Gunung Mas

Gumas Dapat Penghargaan IKD dari BSKDN dan PII

36
×

Gumas Dapat Penghargaan IKD dari BSKDN dan PII

Sebarkan artikel ini

KUALA KURUN – Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing menghadiri sekaligus menerima penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026 di Gedung BJ Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Penghargaan tersebut diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Gumas menjadi salah satu dari 18 kabupaten yang menerima Piagam Penghargaan IKD 2026. Nama daerah itu juga tercantum dalam daftar undangan resmi penganugerahan yang diterbitkan BSKDN Kemendagri.

Jadi, bukan sekadar datang, duduk, lalu pulang membawa map. Rangkaian penganugerahan IKD 2026 diawali jamuan makan malam dan sesi jejaring. Agenda dilanjutkan paparan indeks keinsinyuran daerah, sebelum memasuki sesi pengumuman dan penyerahan penghargaan.

Pengukuran IKD 2026 merupakan pelaksanaan perdana yang dilakukan melalui kerja sama PII dengan BSKDN Kemendagri. Pada tahun pertama ini, pengukuran diikuti 327 pemerintah daerah, terdiri atas 37 provinsi, 247 kabupaten, dan 43 kota.

Di tengah ratusan daerah yang ikut diukur, Gumas masuk daftar penerima penghargaan. Sebuah capaian yang patut dicatat. Karena indeks bukan sekadar urusan angka di atas kertas.

Indeks keinsinyuran daerah menjadi instrumen memetakan sejauh mana praktik keinsinyuran diterapkan dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah. Artinya, pembangunan tidak cukup hanya selesai dan terlihat berdiri. Ada ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, profesionalisme, keselamatan, efisiensi, serta keberlanjutan yang diperhitungkan. Dengan kata lain, bukan cuma membangun, tetapi juga bagaimana membangun dengan cara yang tepat.

Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyampaikan, IKD bukan sekadar penghargaan, melainkan indikator praktik keinsinyuran mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam tata kelola pembangunan daerah.

Penganugerahan IKD 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Organisasi Insinyur se-Asia Tenggara atau CAFEO ke-44, yang akan berlangsung di Bandung pada 20–22 Oktober 2026.

Sementara itu Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing mengatakan, penghargaan ini menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan pembangunan daerah. Sebab ketika pembangunan mulai diukur dari sisi keinsinyuran, yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tapi juga proses, ketepatan, dan tanggung jawab di baliknya. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *