Pemkab Berharap Antrean dan Ketimpangan Distribusi BBM Terurai
SAMPIT – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang masih menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang. Salah satunya dengan memperluas titik layanan BBM hingga pedalaman.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim kini mengusulkan pembangunan enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SPBU 3T) untuk periode 2026-2027.
Usulan tersebut diharapkan tidak hanya mendekatkan akses BBM bagi masyarakat di daerah terpencil. Tapi juga membantu mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi di sejumlah SPBU di perkotaan.
Asisten II Setda Kotim Rody Kamislam mengatakan, usulan tambahan SPBU tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Kotim yang cukup luas. Sejumlah wilayah masih sulit dijangkau sehingga distribusi BBM belum sepenuhnya merata. “Karena kondisi geografis daerah kita cukup luas dan ada wilayah yang sulit dijangkau, maka kita usulkan lagi enam SPBU 3T,” ujar Rody, Sabtu (29/8/2026).
Menurut dia, keberadaan SPBU 3T di pedalaman akan memberikan akses lebih dekat kepada masyarakat. Selama ini, sebagian warga harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk mendapatkan BBM.
Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat dari sisi jarak dan biaya perjalanan, tapi juga membuat kebutuhan BBM terkonsentrasi pada titik-titik tertentu. Dengan bertambahnya SPBU, distribusi diharapkan tersebar sehingga masyarakat tidak harus bergantung pada SPBU di pusat kota.
Selain memperluas akses masyarakat pedalaman, pemerintah daerah berharap pembangunan SPBU 3T menjadi salah satu solusi memecah konsentrasi antrean BBM. Semakin banyak titik pelayanan dengan suplai yang lebih merata, beban permintaan di SPBU tertentu berkurang dan antrean panjang terurai.
Sebelumnya, Kotim telah memperoleh persetujuan pembangunan satu SPBU 3T di Kecamatan Seranau. Pemkab Kotim kembali mengusulkan enam lokasi tambahan agar cakupan pelayanan BBM diperluas pada periode 2026-2027.
Rody berharap, usulan tersebut mendapat persetujuan pemerintah pusat. Dengan demikian, pembangunan SPBU 3T dapat direalisasikan bertahap di wilayah yang benar-benar membutuhkan. “Keberadaan SPBU 3T sangat diharapkan bisa membantu masyarakat pedalaman yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM,” ujarnya. (pri/ens)












