Kotawaringin Timur

Status Tanggap Darurat Karhutla Kotim Diperpanjang

47
×

Status Tanggap Darurat Karhutla Kotim Diperpanjang

Sebarkan artikel ini
RAKOR : Bupati Kotim Halikinnor memimpin rapat koordinasi penanggulangan darurat karhutla dan kekeringan di Aula Rujab Bupati Kotim, Senin (24/8/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

451 Kebakaran Hanguskan 1.460 Hektare Lahan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 20 hari. Kebijakan ini diambil karena ancaman kebakaran masih tinggi. Sementara musim kemarau diperkirakan terus berlangsung hingga September.

Status tanggap darurat yang sebelumnya berakhir 26 Agustus 2026, diperpanjang mulai 27 Agustus hingga 15 September 2026. Perpanjangan tersebut akan kembali dievaluasi berdasarkan perkembangan dan cuaca di lapangan.

Keputusan itu disepakati dalam rapat koordinasi penanggulangan darurat bencana karhutla dan kekeringan yang melibatkan lintas sektor, mulai TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga dunia usaha, di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Senin (24/8/2026).

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, evaluasi menunjukkan ancaman karhutla belum mereda. Laporan dari Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim memperlihatkan jumlah kejadian kebakaran masih terus bertambah.

Di saat bersamaan, kondisi cuaca juga belum menunjukkan tanda-tanda yang cukup aman. Suhu panas masih tinggi dan prakiraan BMKG menunjukkan kondisi yang berpotensi mendukung terjadinya kebakaran hingga pertengahan September. “Kami menyepakati untuk status tanggap darurat yang berakhir 26 Agustus itu diperpanjang, sembari kita mengevaluasi keadaan nanti,” kata Halikinnor.

Besarnya ancaman tersebut tergambar dari data BPBD Kotim. Hingga 23 Agustus 2026, tercatat 451 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.460 hektare.

Kecamatan Seranau menjadi salah satu wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yaitu lebih dari 703 hektare. Dari sisi jumlah kejadian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 202 kejadian.

Sejak Januari hingga 23 Agustus 2026, tercatat 7.893 hotspot tersebar di seluruh wilayah Kotim. Angka tersebut mulai mendekati kondisi 2019, yang dikenal sebagai salah satu periode karhutla terparah di daerah itu dengan sekitar 10.000 titik panas.

Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla dan Kekeringan Kotim Rihel mengatakan, jumlah hotspot tahun ini masih sangat mungkin bertambah apabila kemarau dan suhu panas terus bertahan. “Tahun 2019 itu rasanya 10.000 titik, sekarang kan 7.000 lebih. Kalau dibandingkan tahun 2023 sudah lewat kalau hotspot-nya. Dan ini masih terus bertambah,” ujarnya. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *