PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak berhenti pada aktivitas perdagangan, tetapi mampu menjadi penampung hasil usaha masyarakat.
Purdiono menilai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat bukan semata-mata kemampuan memproduksi barang, melainkan ke mana hasil produksi tersebut akan dipasarkan. Kondisi itu membuat sebagian warga masih ragu mengembangkan usaha karena khawatir produknya tidak terserap.
“Ketika berternak ayam, beternak kolam ikan, lalu pasarnya ke mana? Kita kalah bersaing hulu dan hilirnya. Hulunya pakannya dari mana,” ujarnya, belum lama ini.
Ia mengatakan, pengembangan usaha masyarakat harus melihat rantai produksi secara utuh. Peternak, misalnya, membutuhkan kepastian ketersediaan pakan dengan harga yang terjangkau, sekaligus pasar yang mampu menyerap hasil ternak ketika produksi sudah berjalan.
Purdiono mencontohkan usaha ayam petelur yang memiliki tantangan cukup besar pada biaya pakan. Menurutnya, keberanian masyarakat untuk masuk ke sektor tersebut akan lebih besar jika ada pihak yang membantu memastikan kebutuhan produksi sekaligus pemasaran hasilnya.
“Ayam petelur itu kan yang mahalnya adalah pakannya. Nah setelah kita bisa membeli pakan, kemudian pemasarannya di mana? Jika memang KDMP mampu dan bisa melalui intervensi pemerintah, tentu saja itu hal baik. Saya sangat sepakat itu,” katanya.
Ia berharap KDMP nantinya benar-benar dapat mengambil posisi sebagai penghubung antara masyarakat sebagai produsen dengan pasar sebagai pengguna. Dengan fungsi tersebut, hasil kebun, ternak maupun perikanan warga tidak berhenti pada tingkat produksi, tetapi memiliki jalur penyerapan yang jelas.
“Kalau pemasarannya jelas, tentu saja roda perekonomian di masyarakat pasti akan berputar dan mampu menjadi ketahanan ekonomi masyarakat kecil,” tegas Purdiono.
DPRD Kalteng menilai penguatan fungsi KDMP perlu dibarengi dukungan pemerintah, terutama dalam membangun jaringan usaha dan memastikan akses pasar. Langkah itu penting agar koperasi desa dapat tumbuh bersama pelaku usaha masyarakat, bukan sekadar menjadi tempat transaksi.(sep/*)












