Gunung Mas

Paskibraka Pasukan yang Mengemban Tugas Penting

50
×

Paskibraka Pasukan yang Mengemban Tugas Penting

Sebarkan artikel ini
PENYEMATAN : Bupati Gunung Mas Jaya S Monong saat mengukuhkan 55 anggota paskibraka di GPU Damang Batu, Kuala Kurun, Sabtu (15/8/2026) malam. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

KUALA KURUN – Sebelum terlibat langsung sebagai pasukan pengibar bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Repulik Indonesia tingkat kabupaten pada 17 Agustus 2026, 55 putra dan putri terbaik Gumas terlebih dahulu dikukuhkan. Upacara pengukuhan puluhan anggota paskibraka itu dipimpin Bupati Gumas Jaya S Monong di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Damang Batu, Kuala Kurun, Sabtu (15/8/2026) malam.

Dalam pengukuhan itu, Sekretaris Daerah Gumas Richard membacakan Ikrar Putera Indonesia yang diikuti seluruh calon anggota paskibraka dan dihadiri Bupati Jaya S Monong, forkopimda, pelatih pamong dan para orang tua.

“Ade-ade bukan lagi sekadar peserta latihan yang harus tahan panas, lelah, dan disiplin dalam setiap gerakan. Kini menjadi pasukan yang dipercaya mengemban tugas penting mengibarkan Sang Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) di depan kantor bupati,” kata Jaya.

Bupati menjelaskan, sebelum sampai pada momen pengibaran, anggota paskibraka telah melewati rangkaian pendidikan dan pelatihan. Disiplin, kekompakan, ketepatan gerakan hingga kesiapan mental menjadi bekal sebelum berdiri di hadapan peserta upacara.

Bupati Jaya S Monong selaku pembina upacara menyampaikan pernyataan pengukuhan. Prosesi dilanjutkan penyematan lencana merah putih garuda dan pemasangan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara.

Duplikat bendera pusaka diserahkan kepada paskibraka. Bupati bersama sekda dan forkopimda memberikan ucapan selamat kepada seluruh anggota paskibraka yang baru dikukuhkan itu.

Di halaman Kantor Bupati Gumas, 55 anggota paskibraka berdiri membawa nama keluarga, sekolah, daerah, sekaligus menjaga kehormatan tugas yang dipercayakan kepada mereka.

Menurut bupati, satu langkah harus tepat. Satu gerakan harus kompak. Ketika Sang Merah Putih mulai naik perlahan, tidak ada ruang gugup atau kehilangan konsentrasi. “Karena bagi paskibraka, bendera bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Di baliknya ada sejarah, perjuangan dan harga diri bangsa,” katanya. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *