PALANGKA RAYA – Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan kepada pengelola SPPG agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP). Hal ini penting untuk mencegah terulangnya kasus keracunan yang menimpa 156 siswa di SMP Negeri 1 Kuala Pembuang dan SMA Negeri 1 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.
Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto menegaskan SOP yang telah disusun BGN sudah mengatur seluruh proses penyelenggaraan MBG secara rinci. Sepanjang SPPG melaksanakan kegiatan sesuai SOP, tentunya semuanya akan berjalan dengan baik.
“Yang menjadi masalah kembali kepada oknum yang ada di masing-masing SPPG, mulai dari kepala SPPG, kerja sama dengan pengelola dapur hingga pengawas lainnya,” ujarnya, Rabu (5/8).
Menurutnya, setiap tahapan mulai dari penerimaan bahan pangan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan telah memiliki standar waktu dan mekanisme yang harus dipatuhi. Kelalaian sekecil apa pun dalam menjalankan prosedur tersebut berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diterima para siswa sebagai penerima manfaat program.
Sugiyarto mencontohkan, pengelolaan bahan pangan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. “Sebagai contoh, beli sayur untuk masak besok sudah ada batas waktunya. Kapan harus masuk, kapan dibersihkan, dipotong, dimasak, sampai penyajian semuanya sudah diatur. Hal-hal seperti ini harus benar-benar dicermati oleh pengelola, kepala SPPG maupun pengawas,” katanya.
Ia menambahkan, setiap SPPG juga telah didukung tenaga ahli dengan tugas yang berbeda-beda sehingga pengawasan seharusnya berjalan berlapis. “Karena semuanya sudah ada kewenangan masing-masing. Ada ahli gizi, ada yang mengawasi keluar masuknya bahan pangan. Sepanjang itu dilaksanakan dengan baik, saya rasa tidak akan terjadi hal-hal seperti keracunan dan lain sebagainya,” tegas Sugiyarto.
Komisi III DPRD Kalteng berharap seluruh penyelenggara MBG menjadikan kepatuhan terhadap SOP sebagai prioritas dalam setiap kegiatan operasional. Dengan pengawasan yang konsisten dan kedisiplinan seluruh petugas, program tersebut diharapkan dapat berjalan aman sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para peserta didik.(sep/*)












