Gunung Mas

Musim Kemarau Datang, Gunung Mas Siaga

67
×

Musim Kemarau Datang, Gunung Mas Siaga

Sebarkan artikel ini
BERBINCANG : Kepala Pelaksana BPBD Gunung Mas Karya bersama pihak BIN berbincang saat dikonfirmasi awak media ini di Kantor BPBD Gumas, Rabu (15/7/2026) lalu. SEPANYA/RADAR KALTENG

KUALA KURUN – Memasuki puncak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak lengah. Satu puntung rokok yang dibuang sembarangan atau aksi membakar lahan untuk membersihkan kebun bisa menjadi awal bencana yang sulit dikendalikan.

Hampir satu bulan terakhir, sebagian besar wilayah Gunung Mas nyaris tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Sejumlah kecamatan seperti Manuhing, Rungan, Tewah, Kurun, Sepang, hingga Mihing Raya kini masuk dalam kawasan yang perlu mendapat perhatian serius, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seluruh wilayah Gumas dalam kondisi siaga guna mencegah karhutla.

Mewakili Bupati Jaya S Monong, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Mas Karya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membakar dalam bentuk apa pun.

“Memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan, semak belukar, pekarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Kondisi saat ini sangat rawan memicu kebakaran yang dapat meluas dalam waktu singkat,” ujarnya.

Menurut dia, karhutla bukan hanya menghanguskan hutan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap, merusak ekosistem, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga berpotensi menimbulkan kerugian yang sangat besar.

Karena itu, Karya meminta seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Jika melihat titik api atau kepulan asap, warga diharapkan segera melaporkannya kepada aparat desa, BPBD, TNI, Polri, maupun instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Kita sangat berharap adanya kesadaran masyarakat, untuk menjadi benteng utama dalam mencegah Karhutla. Sebab, menjaga hutan tetap hijau jauh lebih mudah daripada memadamkan api yang telah berkobar,” katanya.

Karena itu, ia kembali mengingatkan, agar jangan biarkan musim kemarau berubah menjadi musim bencana. Satu tindakan bijak hari ini bisa menyelamatkan ribuan hektare hutan esok hari. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *