DPRD Palangka Raya

Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar

40
×

Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Palangka Raya Syaufwan Hadi.

PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghantui Kota Palangka Raya seiring berkurangnya intensitas hujan pada awal musim kemarau saat ini.

Menghadapi kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya mengajak masyarakat dan pemerintah memperkuat kesiapsiagaan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kabut asap.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi (SH), mengatakan kondisi cuaca yang semakin kering harus menjadi perhatian bersama. Menurut dia, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Musim kemarau sudah mulai terasa dan hujan juga mulai berkurang. Ini menjadi sinyal bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi karhutla,” ujarnya, Rabu (15/7/26).

SH alias Gaduk sapaan akrab Syaufwan Hadi, mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap yang mencurigakan. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan sampai kelalaian kecil memicu kebakaran besar yang merugikan banyak pihak,” katanya.

Selain peran masyarakat, Syaufwan meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan aparat kewilayahan, memperkuat langkah antisipasi sejak dini. Langkah tersebut meliputi patroli rutin, sosialisasi bahaya karhutla, kesiapan personel dan peralatan pemadaman, hingga koordinasi cepat saat terjadi kebakaran.

“Pemerintah harus memastikan seluruh personel dan sarana prasarana siap menghadapi potensi karhutla. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Menurut Syaufwan, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat kabut asap, serta mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan selama musim kemarau agar potensi kebakaran dapat ditekan. “Karhutla adalah ancaman bersama. Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah, kita bisa mencegah kebakaran sebelum meluas,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *