DPRD Kalimantan Tengah

‎Dewan Desak Bangun RS Rujukan di DAS Barito

50
×

‎Dewan Desak Bangun RS Rujukan di DAS Barito

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota DPRD Kalteng Dapil IV, Purdiono‎BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA –  Semakin membludaknya pasien yang antri di IGD RSUD Doris Sylvanus Raya untuk mendapatkan kamar inap menjadi  perhatian serius anggota DPRD Kalteng Purdiono. Ia mendesak Pemprov Kalteng untuk segera mendirikan rumah sakit rujukan tipe B di wilayah DAS Barito.

‎Menurutnya penderian rumah sakit rujukan di DAS Barito ini untuk mengatasi keterbatasan layanan kesehatan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Pelayanan kesehatan di kawasan tersebut masih jauh dari memadai sehingga pasien kerap harus dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus di Palangka Raya.

‎”Pelayanan kesehatan di sana masih sangat minim, rumah sakitnya juga belum memenuhi standar pelayanan. Sekarang kalau pasien dirujuk ke Doris Sylvanus juga sering lambat penanganannya karena alasan tidak ada ruangan. Kita berharap di DAS Barito dibangun rumah sakit tipe B sebagai rumah sakit rujukan,” ujar Purdiono, Senin (29/6).

‎Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas kesehatan berdampak langsung terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan medis cepat. Jarak tempuh yang jauh menuju ibu kota provinsi ditambah keterbatasan ruang perawatan membuat proses rujukan tidak selalu berjalan optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diatasi agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Kalteng.

‎DPRD Kalteng, kata wakil rakyat dari daerah pemilihan DAS Barito ini siap memberikan dukungan agar rencana tersebut menjadi prioritas pemerintah. Apalagi, Kabupaten Barito Timur disebut telah menyiapkan lahan yang dapat dimanfaatkan apabila pembangunan rumah sakit terealisasi.

‎”Kita berharap ini menjadi skala prioritas. Barito Timur sebenarnya sudah menyiapkan lahan. Kalau memang daerah memiliki keterbatasan anggaran, tentu kita berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat memberikan perhatian sehingga pembangunan rumah sakit itu bisa diwujudkan,” katanya.

‎Ia mengakui realisasi pembangunan sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah yang masih dipengaruhi besaran transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, DPRD Kalteng juga mendorong adanya inovasi kebijakan fiskal untuk memperkuat sumber pendapatan daerah sehingga pembangunan sektor kesehatan tidak terus bergantung pada dana transfer.

‎Purdiono menambahkan, pembahasan mengenai kemungkinan penambahan anggaran masih akan dilakukan bersama mitra kerja di DPRD. “Saya berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat menjadikan pembangunan rumah sakit rujukan di DAS Barito sebagai program prioritas agar akses layanan kesehatan masyarakat semakin cepat, merata, dan berkualitas,” tutupnya.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *