PALANGKA RAYA – Sejumlah warga di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng subsidi Minyakita di beberapa pasar rakyat.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalteng Erwin Budiana menegaskan, pasokan tetap tersedia karena disuplai dari tiga pabrik minyak goreng di Kalteng. Yakni PT Citra Borneo Utama (CBU), PT Sinar Alam Permai (SAP) dan PT Suka Jadi Sawit Mekar (SSM). Namun meningkatnya jumlah toko mitra membuat distribusi harus dibagi lebih merata.
Menurut Erwin, total suplai Minyakita tidak berkurang. Hanya saja, alokasi per toko kini lebih kecil karena jumlah mitra penyalur bertambah menjadi 375 toko di seluruh Kalteng.
“Secara total suplai justru bertambah. Tapi karena mitra toko kita semakin banyak, maka distribusi harus dibagi rata. Kalau dulu satu toko bisa dapat 100 dus, sekarang rata-rata 50 dus supaya lebih merata,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Sejak Januari hingga awal Juni 2026, Bulog Kalteng telah melakukan pengadaan 6 juta liter Minyakita yang bersumber dari tiga pabrik tersebut yang beroperasi di wilayah Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat. Dari jumlah itu, sebanyak 5,6 juta liter telah disalurkan ke pengecer, sementara stok tersisa di gudang saat ini sekitar 400 ribu liter.
Dengan rata-rata penyaluran harian mencapai 50 ribu liter, stok yang tersedia diperkirakan cukup untuk sekitar delapan hari. Selain itu, Bulog juga telah mengamankan tambahan pasokan sekitar 1,2 juta liter dari produsen untuk menjaga ketersediaan.
Erwin menjelaskan, berkurangnya alokasi per toko menyebabkan stok di tingkat pengecer lebih cepat habis. Jika sebelumnya 100 dus bisa bertahan hingga dua minggu, kini 50 dus bisa habis dalam waktu sekitar satu minggu, bahkan lebih cepat tergantung tingginya pembelian masyarakat.
Kondisi inilah yang kerap menimbulkan kesan kelangkaan, terutama jika masyarakat datang saat mendekati jadwal pengiriman berikutnya. “Kami jadwalkan pengiriman rata-rata seminggu sekali. Biasanya pemesanan H-1 dan besoknya langsung dikirim. Jadi kalau datang saat stok menjelang habis, terlihat seolah-olah langka,” jelasnya.
Sesuai ketentuan, Bulog sebagai distributor tingkat pertama (D1) wajib menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer dan tidak diperbolehkan melalui distributor tingkat dua. Pengecer pun tidak boleh menjual kembali ke toko lain, melainkan harus langsung ke konsumen akhir.
Erwin memastikan selama pasokan dari tiga pabrik di Kalteng tetap berjalan, Bulog akan terus menambah suplai agar kebutuhan masyarakat terpenuhi, terutama menjelang hari besar keagamaan. (ifa)
Mitra Penyalur Minyakkita Terdaftar di Bulog Kalteng:
1. Kanwil Kalteng meliputi Palangka Raya dan Gumas: 91 mitra
2. KC Kapuas : 60 mitra
3. KC Kotawaringin Timur : 98 mitra
4. KC Kotawaringin Barat : 58 mitra
5. KC Barito Utara : 17 mitra
6. KC Barito Selatan : 51 mitra.












