Hukum KriminalUtama

Mengamuk Bawa Mandau, Dua Warga Jadi Korban

1102
×

Mengamuk Bawa Mandau, Dua Warga Jadi Korban

Sebarkan artikel ini
TINDAK PIDANA : Kekerasan ekstrem terjadi di Jalan G Obos VI, Kota Palangka Raya, Minggu (7/6/2026) pagi. Dalam insiden tersebut, dua warga luka-luka akibat serangan senjata tajam yang diduga dilakukan seorang pria berinisial RB. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Kabarnya, Pelaku Baru Keluar dari Rumah Sakit Jiwa

PALANGKA RAYA – Minggu (7/6/2026) pagi yang seharusnya tenang di kawasan Jalan G Obos VI, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, mendadak mencekam. Seorang pria berinisial RB (24) mengamuk menggunakan senjata tajam jenis mandau dan membacok dua warga yang masih satu lingkungan tempat tinggalnya. Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, terduga pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk kejadian di Jalan G Obos memang benar terjadi. Terduga pelaku sudah diamankan di polsek,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga sekitar, sebelum kejadian pelaku sempat terlihat keluar dari rumahnya dan mendatangi sebuah warung.

Saat itu, pelaku berbicara tidak terarah atau ngelantur. Padahal sehari sebelumnya, pelaku masih terlihat beraktivitas seperti biasa di lingkungan sekitar.

Tak lama kemudian, RB berjalan menuju belakang kawasan Jalan G Obos VI. Setelah itu, warga kembali melihat pelaku melintas sambil membawa mandau dan bergerak menuju luar gang.

Situasi berubah panik setelah terdengar kabar adanya warga yang menjadi korban pembacokan.

Menurut keterangan warga, pelaku diduga masuk ke rumah korban dan langsung melakukan penyerangan. Korban pertama, HY (42), yang saat itu berada di rumah bersama keluarganya, mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam, terutama pada kaki dan tubuhnya.

Melihat ibunya diserang, AW (19) berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut justru membuat pemuda yang baru lulus dari pondok pesantren di Kalimantan Selatan itu ikut menjadi sasaran amukan pelaku. AW mengalami luka cukup serius, termasuk pada kepala.

Dalam kondisi berlumuran darah, AW sempat berlari menuju rumah ketua RT setempat untuk minta pertolongan. Di lokasi kejadian, warga menemukan bercak darah dalam rumah serta bagian senjata yang diduga patah dan tertinggal saat penyerangan berlangsung.

Kedua korban dievakuasi keluarga dan warga ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya. Sementara pelaku melarikan diri sehingga terjadi aksi kejar-kejaran. Pelaku sendiri akhirnya diamankan di kawasan depan Hotel Luwansa, Jalan G Obos.

Untuk dugaan ODGJ, kepolisian masih mendalami hal tersebut. “Untuk dugaan ODGJ masih didalami lagi. Namun berdasarkan keterangan keluarga, yang bersangkutan baru sekitar dua minggu keluar dari rumah sakit jiwa,” tambah Iyudi.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Informasi yang beredar mengenai riwayat perawatan kejiwaan pelaku masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi resmi dari aparat maupun instansi terkait.

Kepolisian juga masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian sebelum menyampaikan kesimpulan resmi kepada publik. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *