PeristiwaUtama

Ompreng MBG Berserakan di Bundaran Burung

319
×

Ompreng MBG Berserakan di Bundaran Burung

Sebarkan artikel ini
BERSERAKAN : Sejumlah ompreng MBG berserakan di sekitar Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Selasa (2/6/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Akibat Keteledoran Sopir saat Antar Makanan ke SMKN 3 Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Sebuah video yang memperlihatkan puluhan ompreng atau wadah makanan program makan bergizi gratis (MBG) berserakan di jalan viral di media sosial. Rekaman yang diunggah salah satu akun sosial media itu menarik perhatian publik dan memicu beragam komentar dari warganet.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sekitar Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya, Selasa (2/6/2026). Dalam video yang beredar Rabu (3/6/2026) pagi, terlihat sejumlah ompreng tergeletak di badan jalan hingga area sekitar bundaran. Pengendara yang melintas hanya bisa menyaksikan kondisi itu.

Beredarnya video tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warganet mempertanyakan keamanan distribusi makanan dalam program nasional tersebut. Sementara yang lainnya berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya Analistra memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan, insiden tersebut terjadi sehari sebelumnya, yakni Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palangka Raya Pahandut Langkai 4 menuju SMKN 3 Palangka Raya.

Mobil operasional yang digunakan mengalami kendala teknis berupa terbukanya pintu box saat di perjalanan. Hasil evaluasi awal menunjukkan kejadian tersebut dipicu kelalaian atau keteledoran sopir yang tidak memastikan sistem penguncian pintu kendaraan telah tertutup sempurna sebelum berangkat.

Akibat insiden itu, 19 ompreng berisi makanan bergizi terjatuh dan tidak dapat disalurkan kepada penerima manfaat. Namun pihak SPPG segera mengambil langkah cepat menyiapkan makanan pengganti dalam jumlah yang sama dari dapur produksi.

“Seluruh makanan yang terjatuh tidak didistribusikan kepada penerima manfaat. Kami langsung menggantinya dengan makanan baru untuk memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan tetap terjaga,” tegas Analistra, Rabu (3/6/2026).

Sebagai tindak lanjut, pihak SPPG telah melaporkan kejadian tersebut ke koordinator wilayah dan koordinator kecamatan. Manajemen bersama mitra pelaksana juga melakukan evaluasi internal serta memberikan tindakan tegas kepada pengemudi yang bertanggung jawab.

BGN menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan insiden serupa tidak terjadi kembali dan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan standar operasional distribusi program MBG di Palangka Raya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan,” ucap Analistra. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *