PeristiwaUtama

Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Tak Kunjung Ditangani, Warga Sampit Bertindak Sendiri

194
×

Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Tak Kunjung Ditangani, Warga Sampit Bertindak Sendiri

Sebarkan artikel ini
Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Tak Kunjung Ditangani, Warga Sampit Bertindak Sendiri.

‎SAMPIT – Kesabaran warga Jalan RA Kartini, Kelurahan Baamang, Kecamatan Baamang, akhirnya habis. Kabel yang menjuntai rendah dan melintang di badan jalan selama beberapa hari diduga telah menyebabkan sejumlah pengendara mengalami kecelakaan.

‎Karena tak kunjung mendapat penanganan, salah seorang warga yang mengaku menjadi korban akhirnya nekat memotong kabel tersebut menggunakan parang.

‎Peristiwa itu terjadi di depan Waroeng Wong N’desoo Cabang Sampit pada Senin (1/6/2026) malam. Aksi pemotongan kabel tersebut direkam warga dan kemudian viral di media sosial.

‎Berdasarkan keterangan warga sekitar, kabel yang menjuntai itu sudah mengganggu aktivitas lalu lintas selama kurang lebih tiga hari. Kondisinya dinilai sangat berbahaya, terutama pada malam hari dan saat hujan ketika jarak pandang pengendara berkurang.

‎Warga mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab. Namun hingga beberapa hari berlalu, tidak terlihat adanya upaya perbaikan maupun pengamanan di lokasi.

‎”Sudah tiga hari menghalang jalan. Ini yang memotong salah satu korban karena tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait,” ujar seorang warga dalam video yang beredar di media sosial.

‎Menurut warga, kabel tersebut sempat membuat sejumlah pengendara sepeda motor, termasuk pengemudi ojek online, terjatuh setelah tersangkut saat melintas. Kekhawatiran akan bertambahnya korban akhirnya mendorong salah seorang warga mengambil tindakan sendiri.

‎Dalam video yang viral, pria tersebut tampak memotong beberapa kabel menggunakan parang di tengah sorotan warga yang berada di lokasi. Tidak sedikit warga yang justru mendukung tindakan tersebut karena menilai keselamatan pengguna jalan lebih penting daripada membiarkan potensi bahaya terus mengancam.

‎Respons serupa juga terlihat di media sosial. Banyak warganet menyuarakan dukungan terhadap aksi warga tersebut dan menilai lambannya penanganan menjadi pemicu utama terjadinya tindakan tersebut.

‎”Mantap, setuju dengan tindakan mas-nya karena nyawa manusia lebih berarti daripada kabel,” tulis salah satu akun media sosial.

‎Komentar lainnya menyebut bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama ketika sebuah fasilitas umum atau infrastruktur berpotensi mengancam pengguna jalan.

‎Sorotan juga datang dari kalangan praktisi hukum. Pengacara Kotawaringin Timur, Nurahman, menilai keselamatan masyarakat merupakan hal yang harus diutamakan ketika terdapat kondisi berbahaya yang tidak segera ditangani.

‎Ia bahkan menyatakan siap memberikan pendampingan hukum apabila warga yang melakukan pemotongan kabel tersebut menghadapi persoalan hukum di kemudian hari.

‎“Salus populi suprema esto (Keselamatan rakyat hukum tertinggi) dari sudut pandang saya, tindakan ini bisa dibenarkan karena sudah memakan korban dan juga sudah di kasih tau ke pihak yg seharusnya menangani kabel itu tapi tidak ada tindak lanjutnya perbuatan itu tidak melanggar hukum. Kalo sampai nanti di permasalahkan oleh pihak PLN dan Provider saya siap dampingin untuk melakukan pembelaan secara Hukum, silahkan kontak saya nanti,” kata Nurahman.

‎Hingga saat ini belum diketahui secara pasti pihak pemilik kabel yang menjuntai di lokasi tersebut. Belum ada pula keterangan resmi dari provider maupun instansi terkait mengenai penyebab kabel terlepas dan alasan keterlambatan penanganan.

‎Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius seluruh pemilik jaringan utilitas di Sampit agar rutin melakukan pengawasan dan perawatan infrastruktur. Pasalnya, kelalaian kecil di ruang publik dapat berujung pada kecelakaan yang mengancam keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *