PeristiwaUtama

Kesaksian Warga Seberang Sungai Jadi Petunjuk Pencarian Korban Hilang di Kahayan

176
×

Kesaksian Warga Seberang Sungai Jadi Petunjuk Pencarian Korban Hilang di Kahayan

Sebarkan artikel ini
Kesaksian Warga Seberang Sungai Jadi Petunjuk Pencarian Korban Hilang di Kahayan.

PALANGKA RAYA – Operasi pencarian terhadap Nely Siska (43), warga yang diduga tenggelam di aliran Sungai Kahayan kawasan Jalan Rindang Banua, Kecamatan Pahandut, Sabtu (30/5/2026) malam, mulai mengarah pada sejumlah petunjuk dari warga sekitar. Salah satu informasi yang menjadi perhatian tim dan keluarga adalah kesaksian warga di seberang sungai yang mengaku sempat melihat sosok hanyut, diduga rambut, terbawa arus sesaat setelah waktu Magrib.

Informasi tersebut muncul setelah keluarga berupaya mengumpulkan keterangan dari warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Awalnya, tidak ada yang menyadari bahwa sosok yang terlihat di sungai diduga merupakan korban yang sedang dicari.

Menurut pihak keluarga, warga di seberang sungai hanya melihat bagian rambut dari sosok yang hanyut mengikuti arus Sungai Kahayan. Karena kondisi saat itu mulai gelap dan aktivitas warga di bantaran sungai masih cukup ramai, keberadaan sosok tersebut tidak menimbulkan kecurigaan.

Warga mengira yang terlihat hanyalah anak-anak yang sedang berenang atau bermain air seperti yang kerap terjadi di kawasan tersebut menjelang malam. Dugaan itu baru muncul setelah kabar hilangnya Nely menyebar ke lingkungan sekitar.

“Ujar orang di sebelah sana tadi sempat melihat ada yang hanyut, rambutnya saja yang kelihatan. Tapi mereka tidak mengira kalau itu orang dewasa yang tenggelam, karena biasa anak-anak kecil sering berenang dan bermain di situ habis Magrib,” ucap Aspiya Suriati (22), ipar korban, saat dimintai keterangan.

Selain kesaksian tersebut, tetangga korban juga mengaku sempat mendengar suara riak air cukup besar seperti ada sesuatu yang jatuh ke sungai. Namun suara itu tidak segera ditindaklanjuti karena dianggap sebagai hal biasa di kawasan bantaran Sungai Kahayan.

“Tetangga sebelah sempat mendengar riak air besar seperti orang terjun, namun tetangga mengira itu hanyalah suara warga atau anak-anak yang biasa mandi di sungai pada waktu tersebut,” lanjutnya.

Pihak keluarga menilai rangkaian keterangan warga tersebut dapat menjadi petunjuk penting dalam upaya pencarian. Terlebih hingga kini korban belum ditemukan sejak dilaporkan hilang usai berpamitan mandi setelah salat Magrib.

Korban diketahui meninggalkan rumah menuju area belakang yang langsung menghadap sungai. Saat dicari, perlengkapan mandi masih berada di lokasi, sementara korban sudah tidak ditemukan. Kondisi itu membuat keluarga menduga peristiwa terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Menurut Aspiya, kecil kemungkinan korban murni terpeleset secara tidak sengaja. Pasalnya, di area pintu belakang yang mengarah ke sungai terdapat pagar pembatas kayu dengan tinggi mencapai setengah badan orang dewasa.

“Kalau dibilang terpeleset sepertinya tidak mungkin, karena ada pagar pembatas setengah badan di situ. Dia juga sama sekali tidak bisa berenang,” ungkapnya.

Aspiya juga menyebutkan bahwa tidak ada riwayat pertengkaran antara korban dan suaminya sebelum kejadian. Korban juga dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.

Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran awal di sekitar lokasi kejadian. Pencarian kemudian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan akan dilanjutkan kembali dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kahayan guna memastikan keberadaan korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *