DPRD Kotawaringin Timur

Warga Kotim Keluhkan Jalan HM Arsyad Rusak

129
×

Warga Kotim Keluhkan Jalan HM Arsyad Rusak

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Arton S Dohong saat diwawancarai awak media di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. APRI/RADAR KALTENG

Ketua DPRD Kalteng Sebut Itu Tanggung Jawab Provinsi

‎‎SAMPIT – Keluhan masyarakat terhadap kondisi Jalan HM Arsyad di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang rusak dan mengelupas hingga kini belum juga mendapat penanganan maksimal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jalan lintas kabupaten yang menjadi akses vital masyarakat itu bahkan dinilai semakin merepotkan pengguna jalan karena banyak titik aspal terkelupas dan membahayakan pengendara.

‎Kondisi tersebut pun menuai sorotan warga yang mempertanyakan lambannya respons pemerintah provinsi terhadap kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

‎Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Arton S Dohong mengakui Jalan HM Arsyad memang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalteng. Pernyataan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja bersama Komisi II DPRD Provinsi Kalteng ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (19/5/2026) lalu.

“Pemerintah provinsi pasti memprogramkan, karena itu memang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Tapi persoalannya memang di pendanaan,” kata Arton saat diwawancarai wartawan.

‎Ia mengungkapkan, kemampuan keuangan daerah dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan cukup drastis. Bahkan pada 2026, APBD Provinsi Kalteng disebut turun tajam dari sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 5,4 triliun.

‎Akibatnya, ruang fiskal untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur menjadi sangat terbatas. Dari total APBD tersebut, belanja langsung yang dapat digunakan untuk pembangunan hanya sekitar Rp 1,5 triliun lebih sedikit.

‎Padahal, menurut Arton, pemerintah provinsi harus menangani ribuan kilometer ruas jalan yang tersebar di 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. “Bayangkan saja, ruas jalan provinsi itu ribuan kilometer. Membagi anggaran Rp1,5 triliun dengan luas wilayah Kalteng tentu tidak gampang,” katanya.

‎Meski begitu, ia memastikan pemerintah provinsi tetap berupaya melakukan penanganan jalan secara bertahap, termasuk Jalan HM Arsyad yang saat ini terus menjadi keluhan masyarakat Kotim.

‎Arton juga menyebut, meskipun kondisi aspal banyak yang mengelupas, keberadaan jalan beraspal masih dianggap lebih baik dibanding jalan tanah yang sulit dilalui ketika musim hujan tiba. “Dengan bahasa lain, lebih enak yang ada aspalnya sedikit yang terkupas-kupas daripada jalan tanah,” pungkasnya. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *