Lamandau

Pentingnya Sinergisitas Lintas Sektor

118
×

Pentingnya Sinergisitas Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
RAKOR : Plh Sekretaris Daerah Lamandau Joni Elen memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Lamandau, Kamis (21/5/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Daerah

NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau menekankan pentingnya sinergisitas lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dan penanggulangan kemiskinan di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lamandau, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau Joni Elen yang mewakili Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra.

Joni Elen mengatakan, percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Stunting atau gagal tumbuh masih menjadi persoalan serius sekaligus ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa di Indonesia. Tidak terkecuali Kabupaten Lamandau,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lamandau mencatat capaian signifikan dalam upaya penurunan angka stunting beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Lamandau turun dari 25,5 persen pada 2022 menjadi 13,2 persen pada 2023 atau turun sebesar 12,3 persen. “Angka tersebut bahkan berada di bawah target nasional sebesar 14 persen,” ungkapnya.

Selain persoalan stunting, pemerintah daerah juga menyoroti penanganan kemiskinan yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan pendapatan masyarakat, tetapi juga menyangkut akses pelayanan dasar dan tingkat kerentanan sosial warga.

Karena itu, Pemkab Lamandau mendorong agar program penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting dijalankan secara terpadu mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Dalam forum tersebut, seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga pihak terkait lainnya diminta memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran. “Penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan secara bersama-sama,” katanya.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi evaluasi program sekaligus penyusunan langkah strategis tahun 2026 dalam menjaga tren penurunan stunting dan angka kemiskinan di Kabupaten Lamandau. (han/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *