Gunung Mas

Pemkab Gumas Bahas HET BBM dan Elpiji

98
×

Pemkab Gumas Bahas HET BBM dan Elpiji

Sebarkan artikel ini
PEMBAHASAN : Asisten II Setda Gunung Mas Baryen bersama sejumlah kepala perangkat daerah serta camat Kurun, saat rapat membahas harga eceran tertinggi bahan bakar minyak dan elpiji, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Cari Solusi Kelangkaan dan Harga Tinggi di Masyarakat

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mulai mengambil langkah serius menyikapi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji yang belakangan dikeluhkan masyarakat setempat. Melalui rapat bersama sejumlah perangkat daerah, Pemkab Gumas membahas rencana penetapan harga eceran tertinggi (HET) guna menjaga kestabilan harga di lapangan.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunung Mas, Rabu (6/5/2026) itu dipimpin Asisten II Setda Gunung Mas Baryen dan dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah serta camat Kurun.

Pembahasan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi lonjakan harga dan dugaan ketidakseimbangan distribusi BBM dan elpiji di beberapa wilayah Kabupaten Gunung Mas.

Baryen mengungkapkan, kondisi yang terjadi saat ini memang menimbulkan dampak di tengah masyarakat. Terutama terkait sulitnya memperoleh BBM. “Kalau disebut langka mungkin belum tepat, tetapi memang ada kendala dalam distribusi sehingga masyarakat merasakan kesulitan mendapatkan BBM,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh BBM dengan harga yang masih terjangkau. Karena itu, berbagai formulasi kebijakan mulai dibahas bersama agar nantinya tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha.

Selain membahas HET, pemerintah daerah juga berencana mengundang pelaku usaha, pedagang hingga unsur masyarakat guna mencari kesepakatan bersama terkait tata kelola distribusi BBM di Gunung Mas. “Nanti seluruh pihak terkait akan kita libatkan supaya ada solusi bersama yang bisa diterima semua pihak,” jelasnya.

Pemkab Gumas juga masih membandingkan kondisi harga dan distribusi BBM dengan sejumlah daerah lain seperti Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Selatan sebelum menetapkan kebijakan resmi. “Kita ingin keputusan yang diambil nantinya benar-benar adil. Pedagang tidak merasa dirugikan dan masyarakat juga tidak terbebani,” tambah Baryen.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi tersebut serta menggunakan BBM secara bijak agar ketersediaan tetap terjaga. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *