SAMPIT – Upaya mencegah penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) terus dilakukan jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Melalui patroli preventif strike, aparat kepolisian menyisir sejumlah ruas jalan di dalam Kota Sampit, pada Jumat (8/5/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, didampingi Wakapolres Kotim dan melibatkan personel dari Satlantas, Satreskrim, Samapta, Intelkam hingga Binmas.
Dari patroli tersebut, polisi berhasil mengamankan delapan unit mobil yang diketahui menggunakan tangki modifikasi. Kendaraan-kendaraan itu ditemukan di sejumlah titik dalam kota karena dicurigai berpotensi disalahgunakan untuk aktivitas penimbunan maupun penyalahgunaan BBM.
“Beberapa mobil kami amankan bukan di SPBU, melainkan di pinggir jalan. Preventif strike ini bertujuan melakukan pencegahan dini agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Saat ditemukan, hanya ada sopir dan kendaraan, belum terdapat BBM di dalamnya,” ujar Resky.
Dalam patroli itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dianggap mencurigakan. Selain menemukan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi, polisi juga mendapati adanya beberapa pelat nomor berbeda dalam satu kendaraan.
“Ada jeriken di dalam mobil, kemudian ditemukan beberapa pelat kendaraan berbeda padahal mobilnya hanya satu. Pelanggaran seperti ini langsung kami amankan,” tegasnya.
Untuk sementara, para pengemudi diberikan teguran dan sanksi tilang. Polisi juga meminta agar kendaraan yang telah dimodifikasi segera dikembalikan ke kondisi standar seperti semula.
Meski masih mengedepankan langkah persuasif dan pencegahan, Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan segan mengambil langkah hukum apabila pelanggaran serupa kembali ditemukan.
“Kalau nantinya kembali melakukan hal yang sama, tidak menutup kemungkinan akan dikenakan pidana sesuai undang-undang terkait penyalahgunaan BBM maupun aturan lainnya,” katanya.
Selain melakukan patroli jalanan, Polres Kotim juga memperketat pengawasan distribusi BBM di empat SPBU dalam Kota Sampit. Personel Satlantas turut diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas dan antrean kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan maupun keributan di sekitar area SPBU.
“Kami ingin mencegah polemik di masyarakat akibat antrean BBM. Saat ini kami lebih mengedepankan langkah preventif, pendekatan, dan pencegahan, bukan langsung penindakan,” lanjut Resky.
Dirinya berharap kondisi antrean panjang BBM yang terjadi belakangan ini segera berangsur normal dan tidak dimanfaatkan oknum tertentu demi keuntungan pribadi.
Polres Kotim Amankan 8 Mobil Bertangki Modifikasi Saat Patroli BBM di Sampit












