KUALA KURUN – Mimie Mariatie Jaya S Monong dilantik sebagai Ibunda Guru Kabupaten Gunung Mas oleh Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Tengah Diplan dalam rangkaian Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Gunung Mas tahun 2026. Kegiatan itu digelar di GPU Damang Batu, Kuala Kurun, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia LP Umbing. Dalam sambutannya, wabup menegaskan bahwa peran ibunda guru sangat strategis dalam mendukung kiprah para guru di daerah.
“Ibunda guru diharapkan hadir sebagai pengayom, pemberi semangat, sekaligus inspirator dalam memperkuat ketahanan moral, sosial, dan emosional keluarga besar PGRI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di tengah dinamika tugas guru yang semakin kompleks, terutama di era digital saat ini, para pendidik dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, arus informasi, serta tuntutan kompetensi global.
“Oleh karena itu, dukungan moral, sosial, dan emosional sangat diperlukan. Peran ibunda guru menjadi penting dalam menjaga keharmonisan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian di lingkungan pendidikan,” tambahnya.
Efrensia juga berharap ibunda guru yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan dedikasi tinggi.
Sementara itu, dalam pidato perdananya, Mimie Mariatie Jaya S Monong menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh guru di Kabupaten Gunung Mas. Ia menilai, di tengah berbagai tantangan zaman, para guru tetap menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mendidik generasi bangsa.
“Dedikasi, kesabaran, serta ketulusan para guru merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pembelajaran sepanjang hayat, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi seperti PGRI, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat penting guna mewujudkan sistem pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan merata hingga ke pelosok daerah.
“Mari kita jadikan profesi guru sebagai ladang pengabdian yang penuh keikhlasan, bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan jiwa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya. (nya/ens)












