Isen MulangKalimantan Tengah

Untuk Penguatan Sinergisitas Antardaerah

103
×

Untuk Penguatan Sinergisitas Antardaerah

Sebarkan artikel ini

Sekda Kalteng Hadiri Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri

PALANGKA RAYA – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Linae Victoria Aden menghadiri Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini berlangsung di Platinum Hotel and Convention Hall, Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Linae Victoria Aden didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalteng Syahfiri serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul. Turut hadir pula para bupati dan wali kota se-Kalteng yang mengikuti forum strategis ini.

Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri mengangkat fokus pada penguatan sinergisitas antardaerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Seperti percepatan penurunan tingkat pengangguran, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, pengendalian inflasi, serta optimalisasi pembiayaan kreatif.

Sejumlah narasumber hadir dalam forum tersebut. Antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Bupati Sukamara Masduki, serta Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Dalam paparannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kepala daerah saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang kompleks dan harus dihadapi secara simultan.

“Saat ini bukan masa yang mudah bagi kepala daerah. Ada tekanan dari situasi geopolitik yang berdampak pada harga BBM, inflasi, dan pangan. Di sisi lain, banyak program nasional yang harus dikawal agar benar-benar sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi janji politik sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. “Bapak/Ibu juga memiliki janji elektoral, kewajiban membayar TPP, serta tanggung jawab lainnya. Jika semua itu dapat dijalankan dengan baik, maka stabilitas dan kepercayaan publik akan terjaga,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bima Arya menekankan pentingnya sinergi yang tidak hanya bersifat kelembagaan formal, tetapi juga berbasis pada isu sektoral yang dinilai lebih responsif. “Tidak perlu menunggu kelembagaan formal, silakan langsung bekerja sama untuk mengatasi persoalan seperti inflasi. Kita butuh langkah cepat melalui inisiatif sektoral,” tegasnya.

Sementara itu, Linae Victoria Aden menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas daerah dalam mempercepat pembangunan.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Kami di Kalteng berkomitmen memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, berbagai target pembangunan dapat dicapai secara efektif. “Dengan sinergi yang kuat dan langkah yang terarah, kami yakin upaya percepatan pembangunan akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *