Utama

Respons Cepat Polres Gunung Mas: Sosialisasi Humanis Hentikan Aktivitas PETI di Jalan Soekarno

1132
×

Respons Cepat Polres Gunung Mas: Sosialisasi Humanis Hentikan Aktivitas PETI di Jalan Soekarno

Sebarkan artikel ini
MERESPON : Polres Gunung Mas bergerak cepat turun ke lapangan merespon informasi yang merusak infrastruktur publik, khususnya di Jalan Soekarno, Selasa (28/4/2026). FOTO : POLISI

KUALA KURUN – Merespons keluhan masyarakat yang mencuat melalui pemberitaan media online, Polres Gunung Mas bergerak cepat turun ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang merusak infrastruktur publik, khususnya di Jalan Soekarno, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Soekarno, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak negatif pertambangan ilegal.

Aksi cepat ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo. Di lapangan, kegiatan dipimpin oleh Pamapta II Ipda Sumber Nadi bersama personel piket fungsi.

“Kami memastikan setiap keluhan masyarakat, khususnya terkait kerusakan jalan akibat aktivitas PETI, ditindaklanjuti. Sesuai arahan Kapolres, kami mengedepankan langkah preemtif agar masyarakat memahami bahwa kegiatan pertambangan wajib memiliki izin resmi, seperti IUP, IPR, atau IUPK, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020,” ujar Ipda Sumber Nadi.

Dalam sosialisasi tersebut, petugas juga menegaskan konsekuensi hukum bagi pelaku pertambangan ilegal. Regulasi yang berlaku mengatur sanksi pidana tegas sebagai upaya melindungi sumber daya alam dari eksploitasi yang merusak.

Selain itu, pendekatan sosial dilakukan melalui dialog langsung dengan warga. Petugas memaparkan dampak jangka panjang kerusakan lingkungan, mulai dari terganggunya ekosistem hingga meningkatnya risiko bagi pengguna jalan.

Untuk penanganan yang lebih komprehensif, Polres Gunung Mas menginisiasi koordinasi lintas sektoral. Langkah ini dilakukan agar penanganan PETI dapat berjalan terpadu dan berkelanjutan.

“Kami akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Dinas ESDM, hingga TNI. Pembentukan tim terpadu penting agar penanganan PETI tidak bersifat sementara, tetapi konsisten,” tambahnya.

Ia menjelaskan, langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Diharapkan, para pelaku aktivitas ilegal dapat beralih ke usaha yang legal dan ramah lingkungan, tanpa mengorbankan infrastruktur maupun kelestarian alam.

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Polres Gunung Mas menegaskan akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan guna memastikan wilayah tersebut terbebas dari praktik pertambangan ilegal.(nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *