PeristiwaUtama

‎Pelajar MTsN Al Fajar Tenggelam di Sungai Tualan

87
×

‎Pelajar MTsN Al Fajar Tenggelam di Sungai Tualan

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI : Petugas gabungan bersama warga mengevakuasi jenazah seorang pelajar berusia 15 tahun yang tenggelam di Sungai Tualan, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin sore (27/4/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

‎‎SAMPIT – Peristiwa duka menyelimuti Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pelajar berusia 15 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Tualan, tepatnya di sekitar Jalan Sartika, kawasan Pasar Parenggean, Senin (27/4/2026).

‎‎Korban diketahui bernama Andika Sifa Alfianur bin Untung Supriadi, seorang pelajar MTsN Al Fajar. Informasi kejadian diterima tim pada pukul 12.47 WIB sekitar 30 menit setelah insiden terjadi.

‎Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengungkapkan, begitu laporan diterima, berbagai unsur langsung bergerak melakukan pencarian.

‎”Upaya pencarian dilakukan secara cepat oleh unsur kecamatan, Polsek Parenggean, masyarakat, serta sukarelawan setempat. Sementara BPBD Kotim juga langsung berkoordinasi dengan tim dari Pos SAR Sampit untuk menuju lokasi kejadian,” kata Multazam, kemarin.

‎Ia menambahkan, koordinasi terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi tambahan terkait kronologi kejadian sekaligus memastikan proses pencarian berjalan optimal.

‎Tim gabungan yang terdiri dari aparat, relawan, dan masyarakat akhirnya berhasil menemukan korban sekitar pukul 15.00 WIB. Waktu tersebut tercatat saat komunikasi antara petugas di lapangan dengan Sekretaris Camat Parenggean. “Korban telah ditemukan dan langsung dibawa ke RS Pratama Parenggean untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

‎Dalam operasi tersebut, BPBD Kotim mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya satu unit perahu karet lengkap dengan motor, pelampung, hingga peralatan penerangan. Selain itu, tim reaksi cepat (TRC) BPBD yang berjumlah empat personel juga turut diterjunkan ke lokasi.

‎Setelah evakuasi selesai, tim BPBD kembali ke pos untuk melanjutkan kesiapsiagaan.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi anak-anak dan remaja, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *