DPRD Palangka Raya

Dewan Soroti Permasalahan Sampah Jadi PR Besar

102
×

Dewan Soroti Permasalahan Sampah Jadi PR Besar

Sebarkan artikel ini
Hap Baperdu, Anggota DPRD Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Kota Palangka Raya. Hal ini terungkap dalam reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Hap Baperdu di daerah pemilihan II, beberapa waktu lalu.

Dalam reses tersebut, Hap Baperdu menyampaikan bahwa isu persampahan menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan. “Masalah persampahan ini dibilang gampang, tapi juga tidak gampang. Kuncinya ada pada kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan fasilitas tempat pembuangan sampah di sejumlah kawasan permukiman. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah karena tidak semua wilayah memiliki lokasi penampungan yang memadai.

Menurut Hap, pemerintah kota perlu segera menyusun rencana induk pengelolaan sampah yang terintegrasi. Setiap pengembangan wilayah, kata Hap, seharusnya sudah dilengkapi dengan perencanaan fasilitas persampahan seperti tempat pembuangan sementara, bank sampah, dan pusat pengumpulan.

“Ketika suatu wilayah dikembangkan, harus sudah ada perencanaan terkait pengelolaan sampahnya agar persoalan yang sama tidak terus berulang,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Hap juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah sejak dari rumah. Ia menilai, pemilahan sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

“Masyarakat perlu memilah sampah, mana yang bisa didaur ulang, mana yang bisa dijadikan kompos, dan mana yang harus dibuang. Jika ini berjalan, volume sampah ke TPA bisa berkurang,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini sebagian besar sampah masih dibuang tanpa proses pemilahan, sehingga memperparah kondisi penumpukan di TPA.

Melalui hasil reses tersebut, Hap berharap pemerintah kota dapat segera mengambil langkah konkret, baik dalam penyediaan fasilitas maupun peningkatan kesadaran masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *