2. Eksposur Suara Keras
Telinga kita dapat mengalami kehilangan kemampuan mendengar atau tinnitus akibat terekspos oleh suara keras. Seperti ledakan, atau suara speaker.
3. Luka pada Telinga
Trauma atau luka pada telinga dapat mempengaruhi saraf pendengaran atau area-area pada otak yang membantu kita mendengar. Mereka yang mengalami hal ini biasanya hanya akan mengalami tinnitus pada telinga yang luka.
4. Efek Samping Pengobatan
Beberapa macam obat dapat menyebabkan tinnitus. Seperti beberapa macam antibiotik, antidepresan, obat kanker, dan anti radang.
Kapan Bertemu Dokter
Beberapa orang tidak merasa begitu terganggu dengan kondisi ini, dan ada beberapa orang yang tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena tinnitus.
Walaupun begitu, sangat disarankan untuk menemui dokter apabila tinnitus terjadi setelah mengalami infeksi pernapasan atau demam, dan tinnitus tidak kunjung sembuh selama satu minggu.
Segera temui dokter apabila tinnitus terjadi bersamaan dengan kehilangan pendengaran dan pusing. Serta apabila mengalami serangan kecemasan dan depresi akibat tinnitus ini.
Pengobatan dan Pencegahan
Dilansir dari NHS, ada beberapa prosedur pengobatan yang dapat dicoba oleh pasien. Namun apabila sumber dari tinnitus ini tidak diketahui, atau tidak dapat disembuhkan, dokter dapat merekomendasikan terapi bicara.
Beberapa prosedur pengobatan yang dapat dicoba adalah terapi kebiasaan kognitif, disini pasien juga dapat dibantu untuk mengurangi kecemasannya.












