Kalimantan TengahUtama

‎Karhutla Kembali Melanda Kotim, BPBD Lakukan Penanganan di Dua Lokasi

327
×

‎Karhutla Kembali Melanda Kotim, BPBD Lakukan Penanganan di Dua Lokasi

Sebarkan artikel ini
‎Karhutla Kembali Melanda Kotim, BPBD Lakukan Penanganan di Dua Lokasi.

‎‎SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam satu hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat dua kejadian kebakaran lahan di lokasi berbeda dengan luasan yang cukup signifikan.

‎‎Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan kejadian pertama terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.27 WIB di Jalan Ir. Soekarno (lingkar utara), Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang.

‎‎“Tim kami langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Penanganan dilakukan kurang lebih 50 menit hingga api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan,” ujar Multazam, Kamis (26/3/2026).

‎‎Ia menjelaskan, lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,08 hektare, dengan jenis vegetasi semak belukar di atas tanah gambut yang memang rentan terbakar saat kondisi kering.

‎‎Sebanyak tujuh personel BPBD diterjunkan dengan dukungan satu unit mobil tangki, sepeda motor operasional, serta peralatan pemadaman seperti selang dan nozzle. Sumber air mengandalkan suplai dari tangki.

‎‎Sementara itu, kejadian kedua berlangsung di Desa Bengkuang Makmur,  Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan akses melalui Desa Eka Bahurui, sekitar 4 kilometer dari Jalan HM Arsyad. Luas lahan yang terbakar di lokasi ini diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.

‎‎“Untuk lokasi di Bengkuang Makmur, penanganan dilakukan bersama tim gabungan, termasuk Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api. Ini penting karena luas lahan yang terbakar cukup besar,” jelasnya.

‎‎Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan delapan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan satu unit kendaraan rescue. Peralatan yang digunakan meliputi dua unit pompa portable, 20 roll selang, nozzle jet, serta dukungan bahan bakar dan chainsaw untuk membuka akses atau membuat jembatan darurat.

‎‎Multazam mengingatkan bahwa kebakaran lahan di wilayah Kotim berpotensi meningkat, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

‎‎“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain berbahaya, hal ini juga dapat berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan,” tegasnya.

‎‎BPBD Kotim memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan patroli dan pemantauan guna mencegah meluasnya kebakaran di wilayah tersebut. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *