PULANG PISAU – Guna mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026, Polres Pulang Pisau menurunkan 64 Personel Gabungan yang terdiri dari 30 perwira dan 34 bintara.
Pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 itu fokus utama menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara.
“Kegiatan besar ini memerlukan sinergi yang kuat. Kami melibatkan 64 personel gabungan yang terdiri dari 30 perwira dan 34 bintara. Tujuan kita satu: memastikan masyarakat dapat merayakan IdulFitri dengan aman, nyaman, dan damai tanpa gangguan kamtibmas maupun kemacetan yang berarti,” tegas Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji saat memimpin Rakor Lintas Sektoral Persiapan Ops Ketupat Telabang 2026 di Aula Satya Haprabu Polres setempat, pekan tadi.
Kapolres menegaskan, langkah preventif ini diambil bukan tanpa alasan. Tetapi tegas Kapolres, berdasarkan data daily operation reporting system (DORS) Polres Pulang Pisau, terdapat tren kenaikan angka kecelakaan sebesar 22,2 persen pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tercatat ada 9 kejadian laka lantas yang mengakibatkan 9 orang meninggal dunia.
“Data ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran berlalu lintas masyarakat masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, dalam Operasi Ketupat nanti, kami akan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, namun tetap melakukan penegakan hukum secara humanis terhadap pelanggaran yang berpotensi fatal,” tambahnya.
Untuk itu, Kapolres memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel dan instansi terkait untuk melakukan deteksi dini dan pemetaan lokasi rawan macet serta laka lantas, menggencarkan edukasi dan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pemudik.
” Juga melaksanakan penegakan hukum secara statis maupun mobile dengan cara yang santun dan memastikan tidak ada tindakan kontraproduktif yang dapat merusak citra institusi, ” tegasnya
Kapolres berharap dengan kesiapan yang matang dari sisi personel maupun sarana prasarana mobilisasi masyarakat pada momen mudik lebaran tahun ini dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
” Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang akan mudik lebaran agar memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan mudik, ” pungkasnya. (Ung)











