PeristiwaUtama

‎Tenggelam Saat Berenang, Siswa SMK di Kotim Ditemukan 25 Meter dari Tepi Danau

209
×

‎Tenggelam Saat Berenang, Siswa SMK di Kotim Ditemukan 25 Meter dari Tepi Danau

Sebarkan artikel ini
Jenazah korban saat berhasil ditemukan oleh tim gabung, pada Kamis (26/2/2026) malam. FOTO IST

‎SAMPIT – Seorang pelajar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat dilaporkan hilang setelah tenggelam saat berenang di danau bekas galian C di Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Perumahan Bina Karya, Sampit, pada Kamis (26/2/2026) sore.

‎Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa jam oleh tim gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada malam hari.

‎Korban diketahui bernama Ananda Putra Wijaya (18), warga Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, yang saat ini tinggal ngekos di kawasan Sawit Raya. Ia tercatat sebagai siswa di SMK Negeri 2 Sampit.

‎Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban berenang bersama sejumlah teman sekolahnya. Mereka sempat menuju titik tengah danau dengan jarak sekitar 75 hingga 100 meter dari tepi.

Saat berada di tengah, korban diduga kelelahan ketika mencoba mengejar teman-temannya. Tak lama kemudian, ia terlihat tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan. Kepanikan pun terjadi di antara teman-temannya dan warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.

‎Laporan segera disampaikan kepada pihak berwenang. Orang tua korban yang berada di Desa Bagendang langsung dihubungi dan bergegas menuju Sampit.

‎Mendapat laporan adanya pelajar yang hilang tenggelam, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung turun ke lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya mengerahkan satu unit peralatan lengkap dengan lima personel untuk melakukan pencarian awal.

‎“Kami langsung melakukan penyelaman di sekitar titik korban terakhir terlihat. Kondisi air cukup keruh sehingga jarak pandang terbatas,” ujar Multazam.

‎BPBD kemudian berkoordinasi dengan tim penyelam dari Pos SAR Sampit untuk memperkuat upaya pencarian. Dengan kedalaman danau yang bervariasi antara 160 hingga 180 sentimeter dan dasar yang tidak rata, proses pencarian berlangsung cukup sulit.

‎Penerangan tambahan dari unit lampu BPBD dikerahkan mengingat pencarian berlanjut hingga malam hari. Setelah hampir tiga jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.50 WIB. Jenazah ditemukan sekitar 25 meter dari pinggir danau.

‎“Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya kami evakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk proses visum,” ungkapnya.

‎Proses pengantaran jenazah turut dibantu relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotim, dengan pengawalan pihak kepolisian.

‎BPBD mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak berenang di danau bekas galian atau lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat rekreasi air karena memiliki risiko tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *