Kalimantan TengahUtama

MBG Dinilai Bikin Lebih Fokus Belajar dan Menabung Uang Jajan, Yang Alergi Bisa Sesuaikan Menu

651
×

MBG Dinilai Bikin Lebih Fokus Belajar dan Menabung Uang Jajan, Yang Alergi Bisa Sesuaikan Menu

Sebarkan artikel ini
MBG DUKUNG KONSENTRASI: Siswa SMPN 12 Palangka Raya menerima manfaat MBG. Program yang dikoordinasikan BGN berjalan rutin setiap pagi dan dinilai membantu fokus belajar siswa. (IST/RADAR KALTENG)

PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya kini berjalan semakin tertata. Di SMPN 12 Palangka Raya, program yang mulai direalisasikan sejak 8 Januari 2026 itu bukan sekadar pembagian makanan, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas belajar siswa.

Setiap pagi, paket makanan bergizi tiba sekitar pukul 07.15 WIB dari dapur penyedia (SPPG). Skema pembagian disesuaikan dengan jam istirahat agar tak mengganggu proses belajar mengajar. Jika datang sebelum pukul 09.30 WIB, makanan dibagikan saat istirahat pertama. Jika lewat, dialihkan ke istirahat kedua.

Kepala SMPN 12 Palangka Raya, Balimbuk, menyebutkan sebanyak 244 penerima manfaat tercatat di sekolahnya, meliputi siswa, guru, dan tenaga non-kependidikan. Ia memastikan koordinasi antara sekolah dan penyedia berjalan intensif demi menjaga ketepatan waktu dan kualitas menu.

“Sejauh ini berjalan lancar. Anak-anak antusias, bahkan ada yang minta tambah,” ujar Heri, salah satu guru tata usaha.

Antusiasme itu bukan tanpa alasan. Banyak siswa merasa menu yang disajikan cukup variatif dan mengenyangkan. Bahkan, dampaknya terasa langsung pada pengeluaran harian mereka.

Senandung, siswi kelas IX-II, mengaku kini bisa menyisihkan uang sakunya.

“Biasanya uang jajan Rp20 ribu habis sebelum pulang. Sekarang masih ada sisa, bisa ditabung,” katanya.

Meski begitu, ia dan teman-temannya tetap sesekali membeli jajanan di kantin. Namun, kebutuhan utama sudah terpenuhi dari program MBG.

Di balik kelancaran tersebut, sempat muncul satu kendala teknis, penyesuaian menu bagi seorang siswa yang memiliki alergi protein, khususnya telur dan ayam. Pihak sekolah bersama SPPG langsung berkoordinasi agar menu harian dapat disesuaikan tanpa mengurangi nilai gizi.

Distribusi dilakukan Senin hingga Jumat. Khusus Jumat, siswa menerima tambahan buah untuk kebutuhan Sabtu. Menu yang dibagikan terdiri dari makanan basah dan kering, disiapkan agar tetap layak konsumsi.

Koordinator Wilayah BGN Kota Palangka Raya, Analistra, memastikan distribusi terpantau dan tepat waktu. Ia juga mengimbau seluruh SPPG agar terbuka terhadap evaluasi dari sekolah maupun orang tua.

Program MBG yang menjadi bagian dari kebijakan nasional pemerintahan Prabowo Subianto ini diharapkan terus berlanjut. Selain membantu pemenuhan gizi, manfaat langsungnya sudah dirasakan: siswa lebih fokus, orang tua lebih tenang, dan proses belajar mengajar berjalan tanpa gangguan. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *