PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya yang juga Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya Khemal Nasery mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat persatuan dan menjaga toleransi antarumat beragama.
Hal itu disampaikan Khemal dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan tahun ini. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarwarga, baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak.
“Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, mari kita sama-sama menjaga kesucian Ramadan dengan cara saling menghormati. Yang berpuasa menghormati yang tidak berpuasa, dan yang tidak berpuasa juga menghormati yang berpuasa. Artinya saling menghormati. Jangan hanya yang berpuasa saja yang minta dihormati,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Menurut Khemal, Ramadan harus menjadi momentum menyatukan kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Kota Palangka Raya tanpa membedakan suku, agama, maupun keyakinan.
“Inilah momentum yang baik untuk menyatukan kebersamaan kita antarwarga dan antarsesama masyarakat. Kita tunjukkan bahwa kita adalah warga Kota Palangka Raya yang menjunjung tinggi toleransi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan agar suasana ibadah tetap kondusif.
“Kami juga mengajak kita semua menjaga keamanan dan ketertiban Kota Palangka Raya. Jangan sampai suasana bulan suci Ramadan ini dikotori oleh hal-hal yang tidak baik,” katanya.
Terkait aktivitas pedagang, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjual makanan pada siang hari, Khemal menyampaikan agar tidak serta-merta dilakukan pelarangan. Menurutnya, tidak semua masyarakat menjalankan ibadah puasa, termasuk warga nonmuslim maupun muslim dengan kondisi tertentu seperti ibu hamil dan menyusui.
“Silakan saja masyarakat yang berusaha mencari nafkah. Jangan sampai kita melarang. Namun, teknik pelaksanaannya tentu perlu diatur dengan baik agar tetap menghormati suasana Ramadan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang bijak dan humanis diperlukan agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan tanpa mengurangi kekhusyukan bulan suci.
Dengan semangat toleransi dan kebersamaan, Khemal berharap Ramadan tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Kota Palangka Raya. (ifa/ens)












