PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman menjelang bulan Ramadan. Berdasarkan laporan terakhir, total stok pangan tercatat mencapai sekitar 114.706 ton dan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan, kepastian tersebut diperoleh dari hasil koordinasi dan perhitungan bersama Perum Bulog. “Berdasarkan laporan terakhir, stok pangan kita mencapai 114.706 ton dan diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan distribusi dan pasokan berjalan lancar, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.
Selain memastikan ketersediaan stok, Pemprov Kalteng juga menggelar gerakan pangan murah (GPM) secara serentak di sembilan daerah. Yakni tingkat provinsi, Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, dan Kota Palangka Raya. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Dalam GPM itu, sejumlah komoditas dijual dengan harga subsidi. Mulai dari beras premium dan subsidi, gula konsumsi, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, hingga telur ayam ras. Pemerintah memberikan subsidi Rp 2.000 hingga Rp 10.000 per komoditas agar harga tetap terjangkau.
Yuas menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung kebijakan nasional agar harga bahan pokok tetap sesuai harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan pembelian (HAP). Para pedagang pun diimbau tidak menaikkan harga secara sepihak, terlebih menjelang Ramadan.
“Dengan stok yang aman dan intervensi melalui GPM, kita harapkan stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang,” tandasnya. (ifa/ens)












