PALANGKA RAYA – Peristiwa janggal terjadi pada insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Mahir Mahar, Kota Palangka Raya, yang menimpa seorang pemotor, baru-baru ini.
Pemuda yang masih belum diketahui identitasnya tersebut informasinya ditemukan warga tewas di lokasi, tak jauh dari motornya. Keluarga korban merasa curiga dengan insiden kematian tersebut.
Spekulasi justru muncul ketika salah satu pihak keluarga membeberkan kronologi dan bagaimana korban dikabarkan tewas kecelakaan.
Kabar mengejutkan tersebut datang dari sebuah akun media sosial Facebook atas nama @Men Gumpul Cilan Muhamad, yang mengaku sebagai paman korban.
“Saya mohon dengan segala hormat dan amat sangat kepada pak Polisi bisa mengungkap kasus yg meninpa keponakan saya ini dengan cepat. Saya meyakini ini kasus dugaan pembunuhan, bukan kasus kecelakaan lalu lintas,” Tulisnya dipostingan Facebook disertai foto sebuah kantong jenazah yang diduga berisi mayat korban.
Muhamad menjelaskan, kejadian nahas itu terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Pada saat itu, pemuda yang ditaksir bernama Domy (informasi dari FB) itu hendak pulang sedari rumah orang tuanya ke rumahnya sendiri di Jalan Tentang dengan melewati Jalan Lintas Mahir Mahar.
Kejanggalan yang dirasakan pihak keluarga mulai tercium ketika motor yang ditumpangi korban tidak mengalami lecet. Bahkan, ditemukan sejumlah luka lebam di area kepala dan wajah.
“Pertama motornya tidak ada yg lecet dan rusak. Yang kedua tempat kejadiannya dipinggir jalan dekat bibit aspal saja. Kemudian yg ketiga tidak ada aspal di TKP yg tergerus oleh ban. Yg ke empat sendalnya sebelah tertundih di bawah motornya dipinggir jalan dan yg sebelahnya diatas aspal dekat sepeda motornya. Kemudian informasi dari pihak orang tuanya banyak memar dan lebam dibagian kepala samping dan dimukannya,” beber Muhamad.
Postingan tersebut turut mengundang rasa penasaran sejumlah pihak, ada yang tanya kronologi kejadian, siapa, dan bagaimana awal mulanya. Beberapa komentar dilayangkan menggunakan bahasa Dayak.
“Anak Golen pahari kuh ije tatu. Amun bara tampayah TKP dia kare kecelakaan tapi sengaja dibunuh. Semoga ih polisi ulih mengungkap kasus jikau secepatnya,” keterangan Muhamad, dengan tujuan menjelaskan kepada sejumlah akun yang berkomentar,” balasnya kepada akun lain.
Hingga saat ini, informasi tersebut masih jadi misteri. Apakah memang murni kecelakaan atau dugaan pihak keluarga tentang adanya unsur pembunuhan itu terbukti?
Sejauh ini, kepolisian setempat masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai hal ini.












