PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya fokus menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Kalampangan dan di Jalan Mendawai induk. Karena meningkatnya jumlah kasus DBD di dua wilayah itu dibanding daerah lainnya.
Berdasarkan data Kelurahan Kalampangan, tercatat sebanyak delapan warga setempat terkonfirmasi menderita DBD. Sementara di Mendawai terdeteksi tujuh kasus. Seluruh pasien saat ini telah mendapatkan penanganan medis guna mempercepat pemulihan serta mencegah terjadinya komplikasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palangka Raya Hendy Fahlevi Diputra mengatakan, kasus DBD memang ditemukan di beberapa kelurahan, dengan tingkat penyebaran yang berbeda-beda.
“Kasus DBD ini tersebar di beberapa wilayah, seperti Kalampangan, Menteng, dan Langkai. Namun wilayah Kalampangan dan kawasan Jalan Mendawai menjadi fokus utama kami karena jumlah kasusnya relatif lebih banyak dibanding kelurahan lainnya,” kata Hendy, beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, di wilayah lain rata-rata hanya ditemukan satu hingga dua kasus. Secara umum kondisi masih dapat dikendalikan. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan secara intensif di daerah yang dianggap rawan.
Menurut Hendy, meningkatnya kasus DBD tidak terlepas dari faktor cuaca pancaroba. Yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti sebagai vektor penularan DBD.
“Perubahan cuaca dengan panas dan hujan yang silih berganti membuat banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.
Sebagai langkah pengendalian, Dinkes Kota Palangka Raya telah melakukan fogging massal di sejumlah titik di Kelurahan Kalampangan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan agar warga berperan aktif dalam pencegahan.
Sementara itu, Lurah Kalampangan Yunita Martina menegaskan, fogging hanya bersifat sementara untuk membunuh nyamuk dewasa. Untuk memutus mata rantai penularan, pihaknya mengajak masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih melalui gerakan 3M plus.
“Kami mengimbau warga untuk menguras, menutup, dan mendaur ulang, serta memastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah. Harapannya, dengan kesadaran bersama, kasus DBD di Kalampangan dapat ditekan, bahkan dihilangkan,” pungkasnya. (ifa/ens)












