Utama

DBD Teror Mendawai, Dinkes Fogging Daerah Rawan

251
×

DBD Teror Mendawai, Dinkes Fogging Daerah Rawan

Sebarkan artikel ini
FOGGING: Tindaklanjuti adanya kasus DBD di Jalan Mendawai Ujung Induk, Dinkes lakukan fogging bertahap, Senin (26/1/2026) pagi. Foto Ist

PALANGKA RAYA – Beberapa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang beberapa waktu ini menyerang warga Jalan Mendawai Induk Ujung, Kota Palangka Raya, menjadi perhatian serius. Setidaknya sembilan orang terkena DBD dalam jarak waktu singkat.

Berdasarkan data terakhir yang di himpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 215 kasus, mulai dari Januari 2025 hingga 26 Januari 2026.

Menanggulangi hal tersebut, Dinkes bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu melakukan pembersihan disekitar kawasan, serta melakukan fogging atau pengasapan di Jalan Mendawai Induk Ujung. Fogging kedua akan kembali dilaksanakan pada 2 Februari 2026 mendatang.

Perlu digarisbawahi pentingnya masyarakat untuk mengenal gejala awal DBD, agar dapat segera mendapatkan penanganan. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai, yakni demam tinggi, sakit kepala hebat, hingga nyeri otot dan sendi. Pemeriksaan secara dini tentu memudahkan tenaga medis untuk melakukan penilaian kondisi dan memberikan penanganan sesuai, termasuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosis akurat.

“Keterlambatan dalam mendapatkan perawatan medis dapat meningkatkan risiko kondisi pasien menjadi lebih berat,” ucap Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, Rabu (28/1/2026).

Masyarakat juga diimbau untuk menerapkan lngkah pencegahan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air, serta menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bahaya DBD dan pentingnya upaya pencegahan, Dinkes juga akan melakukan penyuluhan, mulai dari sekolah, komplek perumahan, hingga tempat kerja.

“Kita berharap, dengan kerja sama semua pihak, angka kasus DBD di Palangka Raya dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Riduan. (ter/rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *