Pulang Pisau

Pemdes Diingatkan Tidak Mengeluh Ditengah Keterbatasan Anggaran

64
×

Pemdes Diingatkan Tidak Mengeluh Ditengah Keterbatasan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Pemdes
Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i saat menghadiri Musrenbang tingkat Kecamatan Banama Tingang di aula kecamatan setempat, Selasa (27/1/2026). Foto: IST

PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau (Pulpis), H Ahmad Rifa’i dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD di Kecamatan Banama Tingang, Selasa (27/1/2026) mengingatkan kepada seluruh pemerintah desa (Pemdes), pemerintah kecamatan dan pemangku kepentingan tidak mengeluh ditengah kondisi keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini.

“Saya berharap, dengan dampak efesiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat, kita jangan mengeluh dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Ahmad Rifa’i.

Dikatakannya, pemerintah daerah harus menerima apapun kebijakan yang diberlakukan pemerintah pusat. Ia juga meminta, kepala desa beserta jajaran agar menerima dan mendukung pelaksanaan program Asta Cita. Bagaimana pun kebijakan dan program tersebut bertujuan baik untuk kemajuan Indonesia secara keseluruhan.

Bupati Ahmad Rifa’i menegaskan, pemerintah daerah sudah melihat sebanyak 221 usulan yang diajukan dalam Musrenbang Kecamatan Banama Tingang untuk rencana pembangunan tahun 2027 mendatang. Usulan ini selanjutnya dipilah kembali dan memilih usulan yang benar-benar prioritas dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, efesiensi anggaran dan menurunnya dana transfer ke daerah membuat kebijakan pemangkasan anggaran tahun ini. Sebagai contoh Dinas PUPR yang tahun sebelumnya mendapatkan alokasi Rp200 Miliar, saat ini hanya mampu dialokasikan anggaran Rp30 Miliar.

Begitu juga, dengan Alokasi Dana Desa (ADD) yang juga ikut dipangkas disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

“Mudah-mudahan, dengan kondisi ini pemerintah desa hingga kabupaten tetap memberikan pelayanan publik tepat sasaran dan tepat guna,” ucapnya.

Bupati Ahmad Rifa’i dalam Musrenbang di Kecamatan Banama Tingang juga mengingatkan agar bagaimana bisa menjaga alam ke depan. Mengingat geografis kecamatan ini yang masih banyak terdapat penambangan ilegal tentu terjadi kerusakan terhadap alam dan lingkungan.

“Kita jangan hanya menikmati untuk hari ini saja. Bagaimana kita bersama-sama menjaga alam yang kedepan bisa dinikmati oleh seluruh anak cucu kita,” ucapnya.

Camat Banama Tingang Yanoadi Setiawan mengatakan dari hasil rekapitulasi usulan Musrenbang ditingkat desa yang dilaksanakan Desember keseluruhan berjumlah sebanyak 221 usulan prioritas.

“Usulan tersebut sudah dikomunikasikan dengan pemerintah desa dan BPD sedetail mungkin yang diharapkan bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah,” kata Yanoadi.

Pemerintah kecamatan, terang Yanoadi, terus berusaha untuk mendorong dan menciptakan sebanyak 15 desa bisa berdiri diatas kaki sendiri, dengan anggaran seminimal mungkin ditengah kondisi efesiensi anggaran saat ini.

Beberapa program pemerintah pusat yang telah berjalan sebelumnya diantaranya program cetak sawah seluas 500 hektare dan masih menunggu kelanjutan. Koperasi merah putih di seluruh desa sudah terbentuk.

Makan Bergizi Gratis (MBG) siap didukung pemerintah kecamatan dengan telah dialokasikan lokasi untuk pembangunan SPPG yang tinggal bagaimana pemerintah daerah mengeksekusi kelanjutannya. (ung/abe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *