PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan tetap aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Saat ini, Bulog Kalteng menguasai stok beras SPHP 14.458 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Kalteng Budi Sultika mengatakan, dengan jumlah penduduk Kalteng sekitar 2,5 juta jiwa, rata-rata konsumsi beras mencapai kurang lebih 560 ton per hari. Sementara itu, cadangan pangan pemerintah (CPP) yang ditetapkan 10 persen atau sekitar 56 ton dinilai masih dalam kondisi sangat aman.
“Dengan stok yang kami miliki saat ini, nilainya mencapai sekitar 14.000 ton, sehingga sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Budi, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, Bulog Kalteng juga akan terus melakukan penyerapan beras guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga. Selain stok, Bulog juga bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.
Menjelang Ramadan, stok beras berada di kisaran 14.000 ton. Sementara stok minyak goreng 136.000, gulanya dikuasai Bulog mencapai 95 ton, dengan tambahan 50 ton yang masih dalam proses pengiriman. Harga minyak goreng tercatat di kisaran Rp 15.700.
Budi menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan dan harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Bulog akan terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten kota untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
“Kami pastikan Ramadan dan Idulfitri dapat dijalani dengan aman dari sisi ketersediaan dan harga pangan,” pungkasnya. (ifa/ens)












