Massa Ultimatum Polda, Minta Brimob Keluar dari PBS
PALANGKA RAYA – Koalisi Organisasi Masyarakat (Ormas) Kalimantan Tengah yang terdiri dari tujuh ormas melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kalteng, Kamis siang (15/1/2026). Massa menuntut agar anggota brimob ditarik dari perkebunan kelapa sawit atau perusahaan besar swasta (PBS).
Para demonstran menyebutkan bahwa perkebunan kelapa sawit adalah milik swasta dan bukan merupakan objek vital milik negara. “PBS tidak memerlukan pengamanan dari brimob. Kami bisa mengurus permasalahan kami sendiri,” seru salah satu pendemo.
Salah satu aktivis sosial yang memimpin aksi, Menteng Asmin, juga menyebutkan tentang kasus penembakan terhadap empat warga sipil di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. Penembakan itu dilakukan oknum brimob yang mendapat tugas jaga di PT Karunia Kencana Permai (KKP), serta beberapa kasus penembakan lainnya oleh oknum-oknum brimob pada beberapa perkebunan kelapa sawit di Kalteng.
Menurut Menteng Asmin, peristiwa itu terjadi di luar izin PT KKP 3. “Peristiwa itu dilakukan tanpa dasar. Karena dilakukan oleh security perusahaan bersama oknum brimob di luar lokasi kebun PT KKP 3,” ucapnya.
Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar tentang tugas dan kredibilitas Polri, khususnya bagi PBS di Kalteng. Para demonstran dengan keras menyampaikan aspirasinya agar masyarakat harus dilindungi dan diayomi.
“Polri tentu berperan sebagai pelindung, mengayomi dan memberikan pelayanan, agar masyarakat merasa aman. Kami tidak menyalahkan polisi, banyak polisi yang baik, tapi juga banyak yang nakal, itu oknum namanya,” tegas Menteng Asmin.
Sementara itu, Megawati selaku Ketua Umum Aliansi Dayak Bersatu mengatakan, seluruh aspirasi sudah mereka sampaikan. Koalisi ormas memberi waktu satu minggu agar tuntutan mereka terpenuhi.
“Kita menunggu satu minggu bagaimana tanggapannya. Jika tidak terpenuhi akan kita lakukan aksi kembali, audiensi dengan DPRD provinsi, pangdam dan kapolda,” katanya. (ter/ens)












