Utama

Bidik Rekor Baru MURI, Kapster Palangka Raya Targetkan Cukur 400 Kepala

434
×

Bidik Rekor Baru MURI, Kapster Palangka Raya Targetkan Cukur 400 Kepala

Sebarkan artikel ini
PECAH REKOR: Cukur rambut massal untuk pecah rekor MURI yang dilaksanakan di Bundaran Besar Palangka Raya, depan Istana Isen Mulang, Minggu (11/1/2026). FOTO RIFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kapster asal Palangka Raya, Muhammad Andi, menjalani misi potong rambut bertajuk World Record Haircut Mission. Targetnya memangkas rambut 400 peserta dalam waktu 12 jam non-stop di Bundaran Besar Palangka Raya, tepat di depan Istana Isen Mulang, Minggu (11/1/2026).

Aksi potong rambut secara solo tersebut dilakukan sebagai upaya pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori uji ketahanan potong rambut selama 12 jam.

Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dan dijadwalkan berakhir pada pukul 19.30 WIB.

Ketua pelaksana kegiatan, Reza, mengatakan target utama panitia adalah mencukur sebanyak mungkin peserta selama 12 jam penuh. Meski menargetkan 400 orang, jumlah peserta tidak menjadi penentu utama pencatatan rekor.

“Target kita memang 400 kepala dalam 12 jam. Tapi berapa pun jumlahnya tetap dicatat sebagai rekor baru. Karena ini katagori uji ketahanan potong rambut selama 12 jam yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Reza.

Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah peserta yang telah dipotong rambutnya mencapai 135 orang. Pada sesi awal, peserta diisi oleh siswa SMA Negeri 5 Palangka Raya dengan model potongan cepak atau semi militer yang membutuhkan waktu sekitar satu menit per kepala.

“Untuk anak SMA potongannya cepat, sekitar satu menit. Kalau masyarakat umum kita targetkan di bawah 10 menit per orang,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 5 Palangka Raya, Jonkenedy mengatakan keterlibatan, siswanya dalam kegiatan tersebut didasari oleh sejarah dan aturan sekolah yang memang menerapkan potongan rambut pendek bagi siswa laki-laki.

“SMA 5 ini dulunya adalah SMA Plus yang menerapkan disiplin seperti sekolah taruna, sehingga potongan rambut siswa laki-laki memang cepak, mulai dari 0-1 sampai maksimal 0-2. Itu yang membuat siswa kami sesuai dengan kebutuhan kegiatan potong rambut cepat ini,” kata Jonkenedy.

Ia menyebut, pihak sekolah mendukung penuh kegiatan tersebut karena dinilai positif dan menjadi bagian dari sejarah pencatatan rekor MURI. Selain itu, siswa juga mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

“Anak-anak mendapat potong rambut gratis, konsumsi, dan ikut terlibat dalam kegiatan yang tercatat sebagai rekor. Ini juga menjadi kegiatan produktif bagi siswa di hari libur,” ujarnya.

Kegiatan ini diawasi langsung oleh Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan pencatatan rekor. Panitia menargetkan kegiatan potong rambut terus berlangsung hingga 12 jam penuh sesuai ketentuan pencatatan rekor MURI. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *