Kalimantan TengahUtama

Puncak Arus Balik Diperkirakan pada 3-4 Januari

415
×

Puncak Arus Balik Diperkirakan pada 3-4 Januari

Sebarkan artikel ini
Yulindra Dedy

1.600 Personel Disiagakan Pengamanan Selama Nataru

PALANGKA RAYA – Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada pergantian tahun 2025 ke 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan sekitar 1.600 personel untuk menjaga kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik.

Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, puncak arus mudik terjadi pada 24 Desember 2025. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada tanggal 3 sampai 4 Januari 2026. Mengingat libur sekolah juga akan berakhir tanggal 4 Januari 2026. Pada 5 Januari 2026, sekolah kembali aktif seperti biasa.

Meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat untuk kegiatan keagamaan dan silaturahmi keluarga menjadi perhatian utama petugas di lapangan.

“Puncak mudik itu tanggal 24 Desember. Tapi juga berbarengan dengan perjalanan masyarakat untuk kegiatan keagamaan dan kumpul keluarga. Ini perlu kita antisipasi bersama kepolisian dan instansi teknis lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Yulindra, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, seluruh personel disebar dan bertugas di posko pelayanan serta pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Total personel yang disiagakan kurang lebih 1.600 orang, termasuk dari Dishub provinsi dan kabupaten/kota. Mereka akan bergabung di posko-posko pelayanan dan pengamanan yang sudah disiapkan,” ungkapnya.

Di tingkat provinsi, Dishub Kalteng menyiapkan posko monitoring di Kantor Dinas Perhubungan, Bandara Tjilik Riwut, serta di Bundaran Besar Palangka Raya. Sementara itu, 12 kabupaten dan 1 kota diminta memastikan kesiapan posko monitoring di wilayah masing-masing.

“Untuk provinsi sendiri ada sekitar 25 personel yang kita gilir di beberapa posko. Di kabupaten dan kota ada sekitar 250 personel. Total posko Dishub kurang lebih ada 20 posko,” jelas Yulindra.

Selain pengaturan lalu lintas, Dishub juga mengantisipasi keberadaan 12 titik rawan bencana di sejumlah ruas jalan nasional, provinsi, dan kabupaten. Titik-titik tersebut berpotensi terdampak longsor dan banjir akibat tingginya curah hujan.

“Titik rawan itu sebagian besar berada di ruas jalan nasional, terutama yang berada di tebing dan daerah rawan banjir. Penanganannya nanti di bawah koordinasi kepolisian, dibantu BPJN untuk jalan nasional, PU provinsi untuk jalan provinsi, dan PU kabupaten untuk jalan kabupaten,” katanya.

Terkait kendaraan over dimension over loading (ODOL), Dishub juga akan memberlakukan pembatasan operasional sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kami sudah menyiapkan surat imbauan untuk disampaikan ke pusat-pusat logistik agar mengurangi aktivitas kendaraan ODOL saat puncak arus Nataru, kecuali untuk angkutan sembako,” pungkas Yulindra. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *