Hukum KriminalUtama

Cekcok Alkohol Berujung Penganiayaan

514
×

Cekcok Alkohol Berujung Penganiayaan

Sebarkan artikel ini
PENGANIAYAAN: Kepolisian mengamankan korban penganiayaan dengan luka di kepala yang dipicu cekcok akibat alkohol, Jumat malam (26/12/2025). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Korban Diselamatkan di Pos Polisi Bundaran Besar

PALANGKA RAYA – Perayaan Natal yang seharusnya berlangsung khidmat dan penuh damai berubah menjadi mencekam. Seorang warga menjadi korban penganiayaan oleh terduga pelaku bersenjata jenis air softgun dan senjata tajam di kawasan Jalan G Obos XIX A, Kota Palangka Raya, Jumat malam (26/12/2025). Insiden kekerasan tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB.

Informasi kepolisian, peristiwa bermula saat korban bersama saksi mendatangi rumah kerabat untuk merayakan Natal. Namun suasana mendadak memanas setelah terlapor terlibat cekcok dengan istrinya terkait permintaan pembelian minuman beralkohol.

Ketegangan berlanjut hingga ke teras rumah. Dalam kondisi emosi, terlapor mengambil senjata jenis air softgun dari dalam mobil lalu memukul kepala korban.

Aksi brutal itu tidak berhenti di situ. Pelaku bahkan sempat menodongkan air softgun ke kening korban.

Korban yang panik berhasil merebut senjata tersebut dan melarikan diri. Namun pelaku terus mengejar sambil membawa senjata tajam jenis parang, membuat situasi semakin membahayakan keselamatan korban.

Kapolresta Palangka Raya melalui Pamapta III Polresta Palangka Raya Ipda Oxana Licanissya mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Personel SPKT dan piket fungsi segera mengevakuasi korban untuk menghindari amukan lanjutan.

“Korban kami jemput di Pos Polisi Bundaran Besar untuk segera mendapatkan pertolongan medis, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani perawatan dan visum,” ucapnya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka sobek sekitar 2,5 sentimeter di kepala. Sementara terduga pelaku melarikan diri dan masih dalam pencarian polisi.

Polresta Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga. Kepolisian juga memastikan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman, terutama pada momentum hari besar keagamaan yang seharusnya dijalani dengan damai. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *