Hukum KriminalUtama

Teror Tabrak Lari, Dua Luka Satu Meninggal Dunia

664
×

Teror Tabrak Lari, Dua Luka Satu Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
ILUTRASI; Teror Tabrak Lari, Dua Luka Satu Meninggal Dunia

PALANGKA RAYA – Dalam kurun waktu hanya 24 jam, tiga kasus tabrak lari terjadi di Jalan Tjilik Riwut, wilayah Palangka Raya dan sekitarnya.

Tiga lokasi berbeda menyebabkan tiga korban, dengan pola insiden yang sama. Pelaku melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi luka parah hingga meninggal dunia.

Rentetan kejadian ini memicu keresahan masyarakat sekaligus menyoroti lemahnya kepatuhan berlalu lintas serta kondisi infrastruktur jalan yang masih buruk.

Kasus pertama terjadi pada Rabu (19/11/2025) malam di simpang Jalan Samekto, arah menuju Kota Besi. Seorang pengendara motor KH 5433 IJ, Suryani, pria asal Pegatan, Kabupaten Katingan, tewas seketika setelah diduga ditabrak kendaraan yang langsung kabur meninggalkan lokasi.

Tak sampai 12 jam, Kamis (20/11/2025) dini hari kasus serupa kembali ditemukan di KM 38 Desa Jemaras. Seorang pengendara Yamaha Jupiter KH 5668 QW, Utam, warga Desa Bagendang Permai, ditemukan tergeletak tak bernyawa di tepi jalan.

Warga menduga kuat ini juga merupakan kasus tabrak lari. Minimnya penerangan dan kerusakan jalan diduga turut memperburuk situasi.

“Kondisinya gelap, banyak bagian jalan yang rusak. Sudah sering terjadi kecelakaan di sini,” ujar Wulan, warga setempat dilansir dari klikkalteng.id.

Belum tuntas dua insiden tersebut, kejadian ketiga kembali menghebohkan publik pada Sabtu (22/11/2025) melalui sebuah video yang viral di Instagram @infopalangkaraya.id.

Dalam rekaman, seorang ibu-ibu pengendara motor tergeletak di kawasan Bundaran Burung Palangka Raya, diduga kuat menjadi korban tabrak lari. Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, dan saat warga menolong, pelaku sudah melarikan diri.

Tiga kasus dalam rentang waktu singkat itu menambah panjang daftar kecelakaan di lintasan Jalan Tjilik Riwut di Palangka Raya maupun kabupaten sekitarnya.

Warga mendesak aparat mengungkap para pelaku tabrak lari sekaligus mendorong pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan yang gelap dan rusak agar tidak lagi menelan korban.

Rentetan insiden ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di jalan raya masih jauh dari kata aman, serta masih banyak pengendara yang tidak bertanggung jawab dan abai terhadap keselamatan orang lain. (ter/rdo/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *