PULANG PISAU – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) hingga kini masih belum maksimal dalam pengelolaannya.
Selain kurangnya permodalan, kendala lain yang dihadapi adalah kesulitan dalam memasarkan hasil produksinya dan juga kualitas serta kuantitas barang yang dihasilkan.
Karsono salah satu pengusaha UKM di Kecamatan Kahayan Hilir yang memproduksi keripik pisang, tempe dan aneka cemilan lainnya merasa kesulitan dalam memasarkan barang hasil produksinya.
Selain kurangnya permodalan, dia juga mengaku sangat membutuhkan pembinaan dari dinas terkait untuk menghasilkan kualitas dan kuantitas barang yang produksinya serta dalam pemasarannya.
Menanggapi perihal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pulpis, Merkurius Galan SP meminta, kepada Pemkab Pulpis melalui dinas terkait agar membuat dan menyiapkan program pelatihan kepada para pelaku UKM.
Selain itu kata Galan, agar dapat mengakomodir dan membantu kesulitan para UKM, sehingga barang-barang yang dihasilkannya memiliki kualitas yang baik dan mudah dipasarkan.
Seperti di Desa Mantaren kata Galan, banyak pelaku-pelaku UKM yang mengolah hasil-hasil pertanian, seperti emping jagung, keripik pisang, tempe dan lainnya, jika di berikan pembinaan, tentu produksi hasil cemilannya mampu bersaing di pasaran.
“Kita berharap, dinas terkait memperhatikan para pelaku UKM ini dengan memberikan pembinaan dan bantuan-bantuan untuk mendukung kelangsungan usaha para pelaku UKM di Kabupaten Pulang Pisau ini,” ucap Politikus Partai Demokrat. (ung/abe)










