Barito Timur

Gerakan Indonesia ASRI, Sungai Sirau Sasaran Kerja Bakti

13
×

Gerakan Indonesia ASRI, Sungai Sirau Sasaran Kerja Bakti

Sebarkan artikel ini
KERJA BAKTI : Pemerintah Kabupaten Barito Timur melaksanakn kerja bakti di sekitar Sungai Sirau, dekat Pasar Tamiang Layang, Jumat (23/10/2026) lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menggelar kerja bakti Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), Jumat (23/10/2026) lalu. Kegiatan itu berlangsung di Sungai Sirau, dekat Pasar Tamiang Layang.

Aksi ini dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Timur Ari Panan P Lelo. Kerja bakti itu melibatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, serta instansi pelayanan publik.

Kerja bakti dimulai pukul 07.30 WIB. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bertindak sebagai koordinator.

Peserta kegiatan terdiri atas anggota Polres Barito Timur, Kodim melalui Koramil Tamiang Layang, Yonif TP 924/Uria Mapas, Kecamatan Dusun Timur, dan Kelurahan Tamiang Layang. Petugas UPT Pasar Tamiang Layang serta PDAM juga turut ambil bagian.

Setiap OPD diminta mengikutsertakan 10 orang staf. Peserta membawa peralatan kerja, seperti parang, cangkul, dan sarung tangan, untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan.

Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar aksi membersihkan lingkungan. Gerakan ini juga bertujuan membangun kebiasaan hidup bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Keterlibatan berbagai instansi menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Tanggung jawab menjaga kebersihan diharapkan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas kebersihan, tetapi menjadi kepedulian bersama.

Asisten I Setda Bartim Ari Panan P Lelo menjelaskan Gerakan Indonesia ASRI mengusung empat prinsip, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Program ini mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, dan aman.

Ia mengatakan Gerakan tersebut juga mendukung upaya penanganan sampah nasional. Sasarannya mencakup penghentian praktik pembuangan sampah secara terbuka (open dumping) dan pencapaian target Indonesia bebas sampah pada 2029.

Melalui kerja bakti di kawasan Sungai Sirau, Pemkab Barito Timur berharap semangat gotong royong semakin kuat. Kebersihan lingkungan diharapkan tetap terjaga melalui keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara berkelanjutan. (cak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *