Kotawaringin Barat

Nurhidayah Dorong Untama Berstatus PTN

13
×

Nurhidayah Dorong Untama Berstatus PTN

Sebarkan artikel ini
HADIR: Bupati Kobar Nurhidayah sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-19 Untama Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Sultan Alidin Sukma Alamsyah, Untama Pangkalan Bun, Sabtu (24/10/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Disarankan untuk Membuka Fakultas Kedokteran

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sedang mendorong Universitas Antakusuma (Untama) Pangkalan Bun beralih status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung persiapan pembentukan Fakultas Kedokteran di kampus yang berdiri sejak tahun 2003 tersebut.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan, perubahan status dari swasta ke negeri ini merupakan mimpi besar yang sedari lama dinantikan bersama. Sementara pembentukan Fakultas Kedokteran diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah itu.

“Sebuah mimpi dan cita-cita lama kita bersama agar Yayasan Kotawaringin dan Universitas Antakusuma dapat bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri serta memiliki Fakultas Kedokteran,” ujarnya.

Menurut bupati, Kobar memiliki potensi lebih untuk terus mengembangkan sektor pendidikan. Hal ini didukung dengan capaian indeks pembangunan manusia (IPM) yang menempati posisi tertinggi kedua di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Tingginya IPM di Kobar jadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas kesempatan kerja,” ungkapnya.

Nurhidayah menekankan, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar ketersediaan tenaga medis dan akademisi berkualitas di daerah dapat dipenuhi secara mandiri. Perubahan status kampus dan rencana pembentukan Fakultas Kedokteran diyakini akan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di Kalimantan Tengah.

Selain mendorong pengembangan tersebut, Pemkab Kobar bersama Untama menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal di pasar internasional. Kerja sama ini antara lain diwujudkan melalui program pelatihan bahasa asing untuk mempersiapkan tenaga kerja daerah sehingga mereka mampu bersaing di pasar kerja internasional. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *