DPRD Gunung Mas

Harus Tetap Memperhatikan Keselamatan Warga

21
×

Harus Tetap Memperhatikan Keselamatan Warga

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gunung Mas Hermanto. foto: ist

Harapan Anggota Dewan kepada Angkutan PBS di Gumas

KUALA KURUN – Jalan lintas Kuala Kurun-Palangka Raya, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih didominasi oleh truk-truk kapasitas besar dari perusahaan besar swasta (PBS). Truk-truk itu merupakan milik perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, pertambangan hingga kehutanan.

Akibat banyaknya truk-truk yang lewat, sehingga arus lalu lintas di ruas jalan Kuala Kurun-Palangka Raya menjadi padat. Hal itu sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Menangapi hal itu, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas meminta truk angkutan milik PBS yang masih beroperasi, supaya memperhatikan aspek keselamatan masyarakat para penguna jalan.

“Kami meminta truk-truk dari PBS yang melintasi jalan Kuala Kurun-Palangka Raya, mulai dari perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan hingga kehutanan, agar bisa memperhatikan aspek keselamatan masyarakat selaku penguna jalan umum,” kata anggota DPRD Gunung Mas Hermanto, Selasa (20/10/2026).

Selain itu, menurut politikus Partai NasDem ini, truk angkutan batu bara serta truk angkutan CPO kerap terlibat dalam kecelakaan, hingga minyak CPO dari truk tersebut tumpah ke jalan umum. Jika kondisi ini berulang, maka perlu ada penindakan kepada sopir truk, dan korban bisa melayangkan gugatan kepada pihak-pihak terkait.

“Akibat dari tumpahan hasil angkutan seperti batu bara yang menumpuk di pinggir jalan, kemudian ditambah lagi truk CPO sering tumpah dari tangki maka dapat membuat jalan jadi licin, sehingga sangat membahayakan bagi masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Hermanto minta agar sopir truk-truk angkutan yang dinilai nakal dan kerap ugal-ugalan di jalan umum, bisa ditindak oleh aparat terkait. Anggota dewan dari daerah pemilihan I ini minta kepada aparat untuk menindak tegas mereka yang melakukan hal tersebut yang dapat mencederai pengguna jalan lainnya.

“Kalau terus dibiarkan hal seperti itu, maka kami meminta agar pihak yang berwenang harus menindak tegas, karena sangat membahayakan masyarakat di jalan umum. Pihak PBS juga harus ada pengawasan kepada para sopir,” ungkapnya. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *