Hukum Kriminal

Mediasi Dugaan Bullying Flamboyan Bawah, Pihak Terkait Sepakat Tempuh Jalur Damai

38
×

Mediasi Dugaan Bullying Flamboyan Bawah, Pihak Terkait Sepakat Tempuh Jalur Damai

Sebarkan artikel ini
Mediasi Dugaan Bullying Flamboyan Bawah, Pihak Terkait Sepakat Tempuh Jalur Damai.

Bush Valentino: Jangan Ada Lagi Ejekan, Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak

PALANGKA RAYA – Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya yang juga Bendahara Forum Ormas Kebangsaan Kalteng, Bush Valentino, memfasilitasi pertemuan untuk mencari solusi terkait video dugaan perundungan yang sempat viral di kawasan Flamboyan Bawah, Kota Palangka Raya.

Pertemuan yang berlangsung Sabtu (17/10/2026) tersebut melibatkan keluarga pihak-pihak terkait, ketua RT setempat, serta jajaran Polresta Palangka Raya.

Bush mengapresiasi dukungan jajaran Polresta Palangka Raya dalam membantu proses mediasi. Melalui pertemuan tersebut, pihak-pihak terkait duduk bersama untuk membicarakan penyelesaian persoalan melalui jalur damai.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah untuk meredakan persoalan sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari. “Kami klarifikasikan bahwa sudah cukup dan sudah duduk bersama Polresta Palangka Raya, agar tertempuh jalur damai” ucapnya.

Bush juga mengingatkan pentingnya peran bersama dalam mencegah perundungan, terutama di kalangan anak-anak. Ejekan, intimidasi, dan tindakan kekerasan perlu dihindari karena dapat berdampak terhadap kondisi psikologis serta kehidupan sosial anak. Penyelesaian persoalan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan.

“Penyelesaian ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, khususnya anak-anak, agar tidak lagi terjadi ejekan, perundungan, maupun kekerasan yang dapat berdampak pada kondisi psikologis dan kehidupan sosial anak,” ungkap Bush.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan berperan aktif dalam upaya pencegahan melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah, edukasi kepada siswa, guru, dan orang tua, serta kampanye melalui media sosial dan saluran komunikasi lainnya. “Upaya pencegahan penting untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak bullying sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” tegasnya.

Sebelumnya, video dugaan perundungan di kawasan Flamboyan Bawah menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial baru-baru ini. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat dikelilingi sejumlah remaja dan mengalami perlakuan tidak menyenangkan hingga menangis. Korban juga disebut mengalami dugaan tindakan kekerasan fisik.

Ibu korban sebelumnya mengaku kecewa terhadap respons keluarga salah satu pihak yang diduga terlibat. Ia menyebut adanya pemberian uang dalam proses pembicaraan terkait persoalan tersebut, termasuk uang sebesar Rp250 ribu yang ditegaskannya tidak diterima. Ibu korban kemudian memilih melaporkan kejadian itu ke Polda Kalimantan Tengah. Laporan tersebut disebut telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan visum terhadap korban.

Kasus ini turut mendapat perhatian pihak sekolah setelah diketahui salah satu pihak yang diduga terlibat masih berstatus sebagai pelajar SMP. Pihak sekolah menyampaikan telah melakukan penanganan melalui guru bimbingan konseling, wali kelas, dan bidang kesiswaan, termasuk berkoordinasi dengan orang tua. Sekolah juga merencanakan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan lebih lanjut.

Melalui mediasi dan penguatan upaya pencegahan, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *