PULANG PISAU — Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan di Desa Saka Kajang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Kader dan Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Stunting” dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader serta pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya 1000 HPK sebagai periode penting dalam pencegahan stunting. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 ini melibatkan kader kesehatan dan ibu hamil sebagai sasaran utama.
Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi, pelatihan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini risiko stunting. Stunting pada awal kehidupan, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, memiliki konsekuensi yang merugikan bagi perkembangan kognitif, motorik, dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, intervensi sejak dini melalui pemberdayaan kader dan ibu hamil sangatlah krusial.

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama ditujukan kepada kader kesehatan dengan memberikan edukasi mengenai stunting, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dini gangguan pertumbuhan pada bayi dan balita. Selain mendapatkan edukasi, kader juga mengikuti pelatihan dan praktik pengukuran antropometri. Kader dilatih melakukan pengukuran panjang atau tinggi badan, penimbangan berat badan, pengukuran lingkar kepala, serta pemantauan kurva pertumbuhan.
Pelatihan juga mencakup cara melakukan pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) pada Buku KIA dan menginterpretasikan hasil pemantauan pertumbuhan anak. Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi. Para kader diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan posyandu. Demonstrasi dan praktik menjadi bagian penting untuk meningkatkan ketepatan kader dalam melakukan pengukuran dan pemantauan pertumbuhan bayi dan balita.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti kegiatan. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 62,86 sebelum diberikan edukasi menjadi 93,81 setelah edukasi, atau meningkat sebesar 30,95 poin. Peningkatan juga terlihat pada keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri. Sebelum pelatihan, kader yang berada pada kategori mahir sebesar 23,8%, kemudian meningkat menjadi 71,4 % setelah mengikuti pelatihan.
Sementara itu, kader yang masih memerlukan perbaikan menurun dari 61,9% menjadi 9,5%. Kemampuan kader dalam pengisian KMS juga mengalami peningkatan. Kader dengan kategori mahir meningkat dari 14,3% sebelum pelatihan menjadi 81% setelah pelatihan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung dapat membantu meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak.

Sementara itu, sesi kedua ditujukan kepada ibu hamil melalui edukasi mengenai pentingnya periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Materi yang diberikan mencakup pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta peran ibu dalam melakukan pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Edukasi tersebut juga menunjukkan hasil yang positif. Rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil meningkat dari 62,22 sebelum edukasi menjadi 86,67 setelah diberikan edukasi, dengan peningkatan sebesar 24,45 poin.
Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya periode 1000 HPK dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil dan keterampilan kader dalam mendeteksi risiko stunting secara dini, diharapkan Desa Saka Kajang dapat berkontribusi mewujudkan target Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menuju Zero Stunting.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Greiny Arisani, SST., M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, khususnya dalam pemantauan pertumbuhan bayi dan balita. Di sisi lain, peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai 1000 HPK diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan. Kegiatan ini terlaksana melalui dukungan dan kerja sama dengan mitra setempat yang turut membantu koordinasi dengan sasaran, memfasilitasi pelaksanaan kegiatan, serta mengarahkan kader dan ibu hamil untuk mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader dan edukasi kesehatan kepada ibu hamil. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting yang dimulai dari keluarga dan masyarakat.
Oleh :
* Greiny Arisani, SST., M.Kes
* Seri Wahyuni, SST., M.Kes
* Herlinadiyaningsih, SST., M.Kes












