PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong penguatan edukasi kesehatan dan keselamatan bagi siswa di tengah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap. Pengetahuan tersebut dinilai penting agar peserta didik mampu melindungi diri ketika kualitas udara memburuk.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda mengatakan edukasi tidak seharusnya diberikan hanya saat kondisi asap sudah parah. Pemahaman mengenai perlindungan kesehatan perlu menjadi bagian dari pembelajaran dan kesiapsiagaan sekolah.
“Anak-anak harus diberikan pemahaman sejak dini tentang bagaimana menjaga kesehatan ketika terjadi karhutla dan kabut asap. Mereka perlu tahu kapan harus menggunakan masker, kapan harus mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan apa yang harus dilakukan apabila mulai mengalami sesak, batuk, atau gangguan kesehatan lainnya,” katanya, Selasa (8/9).
Ia menilai persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat dan keberlangsungan pendidikan. Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak yang aktivitasnya cukup banyak berlangsung di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena informasi dari Dinas Kesehatan Kalteng mencatat 77.760 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data itu menunjukkan perlunya langkah pencegahan yang lebih konkret, termasuk di lingkungan pendidikan.
“Sekolah bersama dinas pendidikan dan dinas kesehatan perlu memiliki pola edukasi serta protokol sederhana menghadapi kabut asap. Guru bisa memberikan informasi mengenai kondisi kualitas udara, memastikan ketersediaan masker, menyediakan ruang yang lebih terlindung dari asap, serta mengatur aktivitas siswa sesuai kondisi udara,” ujar Wengga.
Wengga menegaskan keselamatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar selama musim karhutla. “Yang paling penting adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak. Jangan sampai mereka hanya mendapatkan informasi tentang karhutla dari berita atau media sosial, tetapi tidak memahami bagaimana melindungi dirinya,” pungkasnya.
DPRD Kalteng berharap sekolah dan instansi terkait segera memperkuat langkah kesiapsiagaan tersebut, sehingga kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kesehatan serta keselamatan siswa.(sep)






