DPRD Kalimantan Tengah

‎Antrean Kembali Mengular, DPRD Soroti PasokanBBM  Dikurangi

64
×

‎Antrean Kembali Mengular, DPRD Soroti PasokanBBM  Dikurangi

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi FOTO:BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Antrean kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam penyaluran BBM.

‎Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi mengatakan kejadian tersebut seperti mengulang persoalan yang pernah terjadi sebelumnya. Ia meminta Pertamina tidak hanya menyatakan stok aman, tetapi memastikan distribusi di lapangan benar-benar mencukupi.

‎“Kami berkeyakinan bahwa antrean yang kembali terjadi di SPBU se-Kota Palangka Raya ini menunjukkan Pertamina kurang menyalurkan BBM, sehingga tidak memenuhi kuota kebutuhan masyarakat,” katanya, Selasa (18/8).

‎

‎Menurut Junaidi, antrean panjang menjadi indikator yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi distribusi BBM. Kondisi itu juga menyulitkan masyarakat karena harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar, terlebih antrean terjadi di beberapa SPBU.

‎

‎Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak semestinya terus berulang apabila penyaluran dilakukan sesuai kebutuhan. DPRD Kalteng meminta Pertamina melihat kondisi antrean sebagai bahan evaluasi, bukan sekadar persoalan teknis di lapangan.

‎

‎“Dulu saya pernah mengatakan, rumusnya sangat sederhana: kalau di SPBU terjadi antrean, itu pasti karena penyalurannya kurang,” tegas Legislator Dapil I tersebut.

‎

‎Junaidi menyebut kekurangan penyaluran akan berdampak pada akumulasi antrean, termasuk ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Karena itu, distribusi BBM harus disesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan agar pasokan di SPBU tetap tersedia dan tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.

‎

‎Anggota Fraksi Demokrat tersebut, juga meminta Pertamina tidak mencari alasan ketika terjadi antrean. Menurut Junaidi, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar penjelasan mengenai kondisi stok, melainkan kepastian BBM tersedia di SPBU.

‎

‎“Harapan kami, pihak Pertamina bisa kembali memenuhi kuota kebutuhan kota. Jangan sampai kurang salur lagi dan jangan mencari-cari alasan,” ujarnya.

‎

‎DPRD Kalteng berharap Pertamina segera mengevaluasi pola distribusi BBM di Palangka Raya dan memastikan penyaluran berjalan sesuai kebutuhan. Langkah tersebut penting agar antrean tidak kembali meluas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *