Kalimantan TengahUtama

Empat Hari, ISPA Kalteng Tembus 2.052 Kasus

85
×

Empat Hari, ISPA Kalteng Tembus 2.052 Kasus

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi : Empat Hari, ISPA Kalteng Tembus 2.052 Kasus.

11 Agustus 600 Kasus Baru, 9 Orang Jalani Rawat Inap

PALANGKA RAYA – Lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kian mengkhawatirkan. Hanya dalam kurun empat hari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng mencatat 2.052 kasus ISPA di 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

Ledakan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan pada 11 Agustus 2026 saja, tercatat 600 kasus baru, dengan sembilan pasien harus menjalani rawat inap.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalteng dr Riza Syahputra mengakui kondisi udara yang tidak sehat berkaitan dengan meningkatnya kasus ISPA. “Karena dari pengamatan kami, untuk kasus ISPA pada tahun 2025 tidak setinggi saat ini yang terjadi karhutla,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Catatan tersebut menjadi alarm serius. Lonjakan ribuan kasus dalam hitungan hari menunjukkan dampak karhutla mulai terasa langsung pada kesehatan masyarakat, bukan lagi sebatas persoalan lingkungan dan kabut asap.

Dari seluruh wilayah Kalteng, kasus tertinggi tercatat di Palangka Raya sebanyak 115 kasus dan Kotawaringin Barat 111 kasus. Jumlah kasus tersebut meningkat 39,2 persen dibandingkan 7 Agustus.

Dinkes juga mengingatkan adanya kelompok masyarakat yang jauh lebih rentan terhadap paparan udara buruk. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga yang memiliki gangguan pernapasan menjadi kelompok yang paling berisiko terdampak. “Pola atau kelompok yang rentan dengan cuaca yang tidak sehat karena karhutla adalah anak, lansia dan ibu hamil, juga orang dengan gangguan pernapasan,” kata Riza.

Yang menjadi sorotan, dalam satu hari saja penambahan kasus mencapai 600 orang. Angka ini menunjukkan tekanan terhadap kesehatan masyarakat dapat meningkat cepat apabila kualitas udara terus berada pada kondisi tidak sehat.

Dinkes Kalteng meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar, penggunaan masker yang memenuhi standar sangat dianjurkan. “Kurangi kegiatan di luar rumah. Bila terpaksa keluar rumah gunakan masker yang standar,” tegasnya.

Baca juga : Dampak Karhutla, Kasus ISPA di Palangka Raya Naik Hingga 15 Persen

Dinkes secara khusus meminta kelompok rentan lebih disiplin menghindari paparan asap karhutla. Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan atau gejala gangguan pernapasan.

Karhutla kini tak hanya meninggalkan jejak di lahan yang terbakar. Dalam empat hari, asapnya ikut tercermin dalam lonjakan 2.052 kasus ISPA. Jika kualitas udara terus memburuk, angka tersebut berpotensi kembali meningkat. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *