Upaya Pemkab Gumas Agar Tak Ada Anak Tertinggal
KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas tidak memberi ruang bagi stunting untuk menghambat masa depan generasi penerus. Melalui Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) digelarlah rapat untuk membahas berbagai langkah strategis agar angka stunting di wilayah tersebut semakin menurun.
Kepala Bapperida Gunung Mas Yantio Aulia mengatakan, salah satu upaya nyata yang saat ini dijalankan adalah intervensi serentak pencegahan stunting yang menyasar seluruh ibu hamil dan balita hingga pelosoak di 12 kecamatan se-Gumas. “Program ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi gerakan bersama memastikan setiap ibu hamil dan balita mendapatkan pelayanan kesehatan dan gizi yang optimal,” ujarnya.
Menurut dia, sebagai bentuk evaluasi sekaligus persiapan intervensi berikutnya Agustus 2026, TP3S Gumas menggelar rapat koordinasi secara hybrid bersama seluruh camat dan kepala puskesmas di Aula Bapperida Gumas, Senin (27/7/2026).
“Berbagai persoalan di lapangan dibedah satu per satu. Mulai kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan alat antropometri, hingga penguatan koordinasi teknis agar target penimbangan dan pengukuran balita tercapai maksimal,” katanya.
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Gumas dr Rina Sari menegaskan, sinergisitas lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pencegahan stunting. Menurutnya, seluruh pihak harus bergerak bersama agar setiap balita dan ibu hamil memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
“Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri yang meminta seluruh pemerintah daerah melaksanakan intervensi serentak,” ungkapnya.
Kegiatan itu meliputi pendataan, penimbangan dan pengukuran balita, pemberian Vitamin A dan obat cacing, edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), hingga intervensi gizi bagi ibu hamil dan balita yang membutuhkan.
Dia mengajak seluruh camat, lurah, kepala desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut. Orang tua yang memiliki balita maupun ibu hamil diimbau aktif datang ke Posyandu terdekat agar tumbuh kembang anak dapat dipantau secara rutin. (nya)












